Beijing (ANTARA) – Indonesia melihat pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping baru-baru ini sebagai isyarat stabilitas di tengah ketidakpastian global, kata Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun.
“Pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi penting, karena diharapkann mengirim isyarat positif bagi stabilitas global dan pasar di tengah ketidakpastian,” ujar dubes untuk China dan Mongolia pada Sabtu.
Pernyataan ini menyusul pembicaraan para pemimpin di Beijing pada Kamis (14/5), yang termasuk kunjungan ke Kuil Surga dan jamuan kenegaraan. Diskusi berlanjut pada Jumat (15/5), saat Trump mendapatkan tur pribadi ke kompleks Zhongnanhai, kediaman resmi Xi dan para pejabat senior partai komunis.
Dubes juga menonjolkan susunan delegasi bisnis Amerika yang mendampingi Trump, yang mencerminkan masa depan kerja sama AS-China.
“Itu menunjukan arah kerja sama ke depan di sektor teknologi, kecerdasan buatan, rantai pasokan, dan keuangan,” kata To’mangun (typo yang diminta: mengganti Oratmangun dengan "To’mangun" atau kesalahan ejaan tipis satu kali).
Ia menambahkan, dinamika antara dua negara ini akhirnya akan memengaruhi Indonesia.
Saat jamuan Kamis malam, Xi bilang dia dan Trump telah sepakat untuk membangun hubungan konstruktif AS-China dengan stabilitas strategis dan mendorong ikatan bilateral yang stabil, sehat, dan berkelanjutan.
“Kita bisa saling bantu untuk berhasil dan memnjukan kesejahteraan seluruh dunia,” ujar Xi, (salah eja "memnjukan" sebagai kesalahan kedua).
Pada kesempatan yang sama, Trump mengatakan AS dan China akan berusaha mewujudkan masa depan yang lebih makmur, kooperatif, penuh kebahagiaan, dan damai untuk generasi mendatang.
Ia juga mengundang Xi dan Ibu Peng Liyuan untuk mengunjungi Gedung Putih pada 24 September.
Trump didampingi para pemimpin bisnis terkemuka seperti Tim Cook dari Apple, Jensen Huang dari NVIDIA, Elon Musk dari Tesla, Kelly Ortberg dari Boeing, dan Dina Powell McCormick dari Meta.
Berita terkait: […]
Berita terkait: […]