Walauptun Lebanon dan Israel udah memperpanjang kesepakatan gencatan senjata selama 45 hari lagi kemaren, Israel tetap aja ngebom Lebanon.
Dipublikasikan pada 16 Mei 2026
Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara baru di Lebanon selatan, sehari setelah kedua negara sepakat memperpanjang perjanjian gencatan senjata untuk 45 hari ke depan setelah pembicaraan di Washington – walaupun gencatan senjata ini dalam prakteknya tidak pernah benar-benar dipatuhi.
Badan Berita Nasional Lebanon yang dikelola negara melaporkan serangan di setidaknya lima desa di selatan pada Sabtu, sementara tentara Israel mengeluarkan perintah pemindahan paksa baru untuk sembilan desa di Lebanon selatan dekat Sidon dan Nabatieh, termasuk Qaaqaaiyet, al-Snoubar, Kaouthariyet al-Saiyad, al-Marwaniyah, al-Ghassaniyah dan lainnya.
Sabtu pagi, pesawat tempur Israel juga melancarkan serangan udara ke kota Yohmor al-Shaqif di Lebanon selatan, demikian dilaporkan NNA.
Kota Kfar Tebnit, Arnoun, serta jalan Arnoun-Kfar Tebnit, juga menjadi sasaran bombardment artileri berat, kata NNA, sementara militer Israel mengaku telah menyerang “situs infrastruktur Hizbullah di beberapa wilayah di Lebanon selatan”.
Ini terjadi setelah utusan Israel dan Lebanon mengadakan negosiasi di Washington menyusul pembicaraan langsung pertama dalam beberapa dekade bulan lalu antara kedua negara, yang memang tidak memiliki hubungan diplomatik.
Hizbullah menentang negosiasi tersebut, terlebih ketika pasukan Israel terus membombardir Lebanon selatan dan menduduki sebagian wilayahnya sejak gencatan senjata, secara teori, mulai berlaku pada 17 April.
Namun delegasi perunding Lebanon di Washington pada Jumat menyambut baik perpanjangan 45 hari gencatan senjata dengan Israel, di mana kepresidenan Lebanon menyatakan dalam sebuah pernyataan: “Perpanjangan gencatan senjata dan pembentukan jalur keamanan yang difasilitasi AS memberikan ruang bernapas krusial bagi warga kami, memperkuat institusi negara, dan memajukan jalur politik menuju stabilitas yang langgeng.”
Obaida Hitto dari Al Jazeera, melaporkan dari Tyre, Lebanon selatan, pada Sabtu, mengatakan: “Hari ini, ada serangan artileri di bagian timur negara itu, di Yohmor dan Kherbet Qanafar. Ini menunjukkan bahwa gencatan senjata hanyalah gencatan senjata di atas nama. Kemarin, saat perpanjangan gencatan senjata diumumkan via media sosial oleh Departemen Luar Negeri AS, Israel secara bersamaan mengeluarkan perintah evakuasi paksa untuk dua bangunan di sini di kota Tyre.”
Hitto menambahkan: “Sayangnya, bagi orang-orang di sini di Lebanon selatan, pengumuman gencatan senjata tidak membawa banyak keringanan. Orang-orang masih khawatir tentang eskalasi lebih lanjut, terutama mengingat Israel menggunakan fase sebelumnya dari gencatan senjata untuk meningkatkan dan memperbanyak serangannya, dan itulah yang kini banyak diantisipasi lagi.”
Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 2.900 orang di Lebanon sejak perang dimulai, termasuk lebih dari 500 sejak gencatan senjata mulai berlaku, menurut otoritas Lebanon.