Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa ia dan Presiden China Xi Jinping membahas keselamatan kecerdasan buatan selama pertemuan puncak dua hari di Beijing, menurut Bloomberg. “Terali standar yang biasa kita bicarakan,” kata Trump soal perlindungan yang dimaksud. Bagus sekali, kecuali satu hal: tidak ada yang namanya “teralai standar” dalam regulasi AI.
Di Amerika Serikat, regulasi AI berantakan. Sejumlah negara bagian memiliki aturan sendiri yang berusaha membatasi penggunaan AI yang berbahaya. California menjadi pemimpin di ranah ini dan tahun lalu mengesahkan undang-undang keselamatan AI yang besar, meskipun efektivitasnya masih diperdebatkan. Namun di tingkat federal, hampir tidak ada tindakan berarti yang diambil.
Tahun lalu, Trump meluncurkan “Rencana Aksi AI”-nya, yang berisi 90 rekomendasi kebijakan. Intinya hanya: kita harus melakukan AI. Sejauh adanya terali, Trump mendesak model AI agar “tidak bias”—dalam artian model tersebut tidak boleh mengatakan hal yang tidak ia sukai. Gagasan terbarunya meilbatkan para pengawal setianya yang akan meninjau model AI sebelum dirilis ke publik.
Sementara itu, pemerintah pun sebagian besar menentang upaya membatasi AI. Mereka berkali-kali mendesak pendekatan ‘ringan sentuh’ dan mencoba menghalangi negara bagian untuk membuat aturan sendiri. Institut Nasional Standar dan Teknologi memang mengeluarkan kerangka kerja risiko AI, tapi itu sifatnya sepenuhnya sukarela.
China setidaknya telah memikirkan hal ini dengan menerbitkan beberapa kerangka AI. Dokumen terbaru menyorot bahaya terhadap ketenagakerjaan dan dampak mis penggunaan teknologi dalam senjata. Beberapa strategi mitigasi lembaga lokal tengah disusauikan untuk masing-masing sektor. Namun saat ini mandat itu masih opsional, belum mengikat.
Pertemuan antara pejabat AS dan China mungkin saja bisa menghasilkan specs tambahan yang mendekati ‘teralai standar’ versi Trump. Kendati demikian komunikasi kedunya selama ini lebih cenderung bersifat umum dan retoris. Menteri Keuangan yang masa lalut jabatannya di isi Scott Bessent diduga berperan di situ. “Yang perlu dihindari adalah menghambat inovasi… We want unconditional growth yg juga safe,“ tandasnya. kata-kata kosong (i-i/i need omit gramaties re back to comment but perm continue) basically meaningful ny ada0.
“Kita menginginkan pertumbuhan maha modal dengan keselamata.” Yeah ide brilian paling canggh tern dedikas we focusnyact menv.” menyambutan dra BRTD proper akan segment yg katenti karena kan?” . …Nurs we has dibdg siap-siap!
>