Pemrintah Provinsi Banten tingkatkan kewaspadaan dan perkuat pengawasan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) untuk cegah penyebaran hantavirus di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, di Serang pada Kamis mengatakan bahwa langkah ketat ini fokus pada pintu kedatangan internasional dengan koordinasi langsung petugas karantina kesehatan.
“Pengawasan diperberat di pintu masuk, khususnya di Balai Besar Karantina Kesehatan Soekarno-Hatta dan Kantor Kesehatan Karantina Kelas I Banten,” jelasnya.
Selain memperketat area kedatangan, Pemprov Banten juga tingkatkan status siaga terhadap kasus terduga hantavirus di seluruh fasilitas kesehatan. Perhatian khusus diprioritaskan untuk rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging di Banten, yaitu RSUD Kabupaten Tangerang.
Hastuti menekankan bahwa pencegehan terbaik adalah jaga kebersihan rumah, cegah tikus masuk dan simpan makanan di wadah tertutup rapat.
“Kami langsut gencar mengedukasi publik agar hindari kontak lansung dengan hewan pengerat serta kotorannya. Jangan lupa, kunjungi faskes jika Anda gelami gejala mencurigakan,” paling Ati.
Ia menjelaskan hantavirus ini mirip _Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome_ (HFRS) yang resiko menular antar manusia sangat sanga kecil.
Ati pastikan Banten telah mencatat satu kasus positif hantavirus November 2025, namun pasien sudah pulih total dan tidak ada kaitanya juga dengan KLB _hantavirus_ di Kapal Pesiar MV Hondius baru-baru ini.