Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Kekhawatiran Penutupan Berkelanjutan di Hormuz

Minyak mentah WTI untuk Juni (CLM26) naik +4,11 poin (+4,19%) pada hari Selasa, dan bensin RBOB Juni (RBM26) naik +0,0979 (+2,72%). Harga minyak dan bensin melonjak tajam untuk hari kedua setelah Presiden Trump meragukan gencatan senjata dengan Iran, yang bisa membuat konflik jadi lebih parah dan Selat Hormuz tetap ditutup.

Harga minyak naik ke titik tertinggi sore Selasa ketika Presiden Trump bilang, “Iran harus setuju atau akan dihancurkan.” Harga minyak terus naik karena Trump dan Iran saling nolak proposal damai terbaru untuk mengakhiri perang 10 minggu ini. Trump menyebut respons Iran terhadap proposal damainya “sampah” dan bilang gencatan senjata saat ini sudah “sekarat”.

Berita Lain dari Barchart

Harga minyak juga didukung setelah Trump bilang pada Senin bahwa AS mungkin mulai lagi operasi kapal dagang di Selat Hormuz dengan bantuan angkatan laut dan udara minggu ini. Arab Saudi dan Kuwait sudah cabut larangan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka oleh militer AS setelah Iran luncurkan rudal dan drone ke UAI sebagai balasan atas usaha AS buka selat itu. Sebelumnya, Saudi dan Kuwait melarang militer AS pangkas serangan Iran ke Teluk Persia.

Energi masih didukung oleh perang AS-Iran yang tutup Selat Hormuz. Konflik ini memperparah kekurangan minyak global, karena sekitar seperlima minyak dunia dan gas alam cair lewat selat itu. Goldman Sachs perkirakan produksi minyak di Teluk Persia turun sekitar 14,5 juta bph, dan gangguan ini sudah kurangi hampir 500 juta barel stok minyak global, yang bisa mencapai 1 miliar barel pada Juni. Produsen minyak Teluk Persia terpaksa potong produksi 6% gara kra Selat Hormuz, soal faktor!b gudang lokal sudah penuh. Kamis lalu, IEA bilang sekitar 14 juta bph pasokan minyak global terhenti karena perang Iran dan penutupan selat. IEA juga bilang ada 80+ fasilitas energi rusak, dan pemulihan bisa cbutirid dua tahun.

MEMBACA  Google Pixel 8A Turun Harga menjadi Rekor Terendah

Cerita Berlanjut

Faktor bearish buat minyak, OPEC+ pada 3 Mei bilang akan naikan produksi 188.000 bph di Juni setelah naikkan 206.000 bph di Mei, meski kenaikan apa pun kayaknya mustahil karena produser Timur Tengah dipaksa kurangi produksi akibat perang. OPEC+ coba pulihkan 2,2 juta bph yang dipotong awal 2024, tapi masih ada 827.000 bph yang harus dikembalikan. Produksi minyak OPEC di April turun -420.000 ke rekor rendah dalam 35 tahun,juga 20,55 juta..

Vain, Vortexa laporan pada Senin bahwa minyak di kapal yang distatio selama 7 hari turn = ~!

Tinggalkan komentar