Rabu, 13 Mei 2026 – 22:09 WIB
Musi Banyuasin, VIVA – Polres Musi Banyuasin bareng unsur Forkopimda sukses ngelaksanain Apel Ikrar Bareng Implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Acaranya digelar di Lapangan Mapolsek Keluang, Rabu 13 Mei 2026.
Apel ikrar ini jadi tonggak penting buat ngutamin tata kelola sumur minyak masyarakat biar lebih legal, terstruktur, dan berkelanjutan. Sekaligus juga buat ndukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional.
Hadir dalam acara ini Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Roni Samtana Nugroho, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, plus pejabat dari Kementerian ESDM, SKK Migas, dan unsur Forkopimda Provinsi Sumsel maupun Kabupaten Musi Banyuasin.
Dalam sambutannya, Bupati Muba H M Toha Tohet bilang kalo implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 ini langkah strategis buat memperbaiki tata kelola sumur minyak masyarakat. “Regulasi ini bukan cuma buat ningkatin produksi minyak dan gas bumi, tapi juga buat neken dampak lingkungan, gangguan keamanan, serta masalah sosial yang muncul karna aktivitas ilegal drilling,” kata dia.
Dia juga negasin kalo Pemkab Musi Banyuasin komitmen buat wujudin pengelolaan sumur minyak rakyat yang profesional, legal, aman, dan ngasih manfaat nyata buat masyarakat. Apel ikrar ini sekalian jadi sarana edukasi buat masyarakat soal pengelolaan sumur minyak yang sesuai aturan hukum. Juga jadi upaya konkret buat neken praktik ilegal drilling dan ilegal refinery di wilayah Musi Banyuasin.
Kurang lebih 1.090 peserta ikut kegiatan ini, terdiri dari unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, pelaku usha, para penambang, dan masyarakat umum.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru negasin di konferensi persnya, mengatakan kalo keberhasilan implementasi regulasi ini tergantung banget pada kerjasama semua pihak. “Regulasi yang baik gk bakal berarti tanpa komitmen dan kerja nyata di lapangan. Ikrar bareng ini mesti jadi komitmen moral semua pemanku kepentingan,” tegas dia.
Dia juga nambahin, kalo sekarang Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 udah ngakomodasi aktivitas masyarakat penambang minyak biar sesuai aturan dan dibawah pengawasan pemerintah, Polri, serta SKK Migas.