Equus Energy udah menyelesaikan fase pre-front end engineering design (Pre-FEED) untuk proyek gas Equus di North West Shelf.
Hasil studi nunjukin bahwa proyek ini bisa dilakukan dari segi teknis dan juga menguntungkan secara bisnis, jadi ini jalannya untuk tahap selanjutnya dari pengembangan.
Penilaian pre-FEED sudah validasi dua opsi tie-back utama. Opsi ini menghubungkan lapangan Equus ke infrastruktur lepas pantai yang dioperasikan fasilitas Pluto milik Woodside dan pabrik di Pulau Varanus punya Santos.
Kedua opsi ini ngasih akses ke pasar ekspor LNG dan jaringan gas domestik di Australia Barat.
Sumber daya kontingensi perusahaan sudah disertifikasi independen sebesar 1,7 triliun kaki kubik gas dan 38 juta barel kondensat.
Pakai infrastruktur lama lewat tie-back itu bermaksud untuk kurangi modal dan juga kerumitan operasi, beda sama bangun fasilitas baru.
Proyek ini dirancang suplai sekitar 350 juta kaki kubik standar gas per hari, depvelopment paling baru sampai lima sumur bawah laut, dan dia akan suplai dampai 5% dari kebutuhan gas domestik WA.
Produksi dan penstabilan lewat fasilitas floating yang tengah untuk produksi, penyimpanan, dan also pemuatan, yang ngizinin ekspor gas kering juga ambil langsung kondensat pakai kapal tanker.
Kemajuan regulasi termasuk ada persetuan bareng syarat dari Pemerintah WA untuk jatah ekspor dan susplai domestik. Sejauh ini ga ada risiko tandatangan besar.
Equus lagi pegang diskusi bareng mitra potensi, pembeli LNG, juga keuangan perindustrasi analisa. Rencana bikin rapat online untuk investor adalah keputusan bagus lagi.
Intrusi jajak pendapar menunjukkan bahwa secaa fakta pase lagi begitu setiap gas umum naem pnjibt perminta nae ke pada maju adalah dikatan proper untuk susung perkmangan lagi khusuh orang proyr ke ceng, bai