Anggota DPR Dukung Penempatan Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia di Lebanon

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mendukung keputusan pemerintah untuk menempatkan personel TNI di Lebanon, karena ini menunjukan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Ia yakin bahwa pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tidak hanya mencerminkan tanggung jawab internasional tapi juga memperkuat diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas regional.

"Komisi I memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua prajurit yang akan berangkat," ujar Dave di Jakarta pada Rabu.

Namun, Dave juga menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan prajurit di Lebanon harus tetap menjadi prioritas utama.

Ia mendorong Kementerian Pertahanan dan TNI untuk memastikan dukungan logistik yang optimal serta koordinasi dengan mitra internasional terkait.

"Evaluasi berkelanjutan di lapangan diperlukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan tetap relevan dan prajurit dapat menjalankan tugasnya dengan aman," tegasnya.

Dave juga menyatakan bahwa misi perdamaian harus dilakukan dengan profesionalisme tinggi sambil menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan menjaga reputasi Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh personel untuk menjaga disiplin, solidaritas, dan semangat juang sepanjang misi.

"Ini akan membuat kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia semakin berarti," katanya.

Dengan dukungan publik, Dave menyakini peran pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon akan semakin memperkuat diplomasi Indonesia dan menjadi contoh global dalam mempromosikan stabilitas dan keamanan internasonal.

Pemerintah dijadwalkan mengirim 780 personel TNI ke Satgas Kontingen Garuda UNIFIL (Satgas Konga) pada akhir Mei 2026. Mereka akan menggantikan prajurit Indonesia yang telah menyelesaikan misi perdamaian selama satu tahun di Lebanon.

MEMBACA  Migrasi Balik ke Perkotaan Dinilai Ancam Bonus Demografi: BKKBN

Tinggalkan komentar