Rabu, 13 Mei 2026 – 10:42 WIB
Jakarta, VIVA – Sebuah fakta baru terungkap dalam kebakaran maut yang menewaskan empat orang di kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu subuh, 13 Mei 2026.
Petugas mengungkap bahwa ada jeda waktu sekitar satu jam sebelum kebakaran akhirnya dilaporkan ke pemadam kebakaran. Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, mengatakan api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, kobaran api dan asap tebal sudah terlihat dari rumah korban. Namun, petugas keamanan setempat sempat mencoba mamadamkan api secara mandiri sebelum akhirnya meminta bantuan petugas damkar.
“Jadi menurut informasinya, kebakaran itu dari warga tahu ada api dan asap jam 4. Security proses pemadaman sendiri, satu jam nggak bisa ditangani, jam 5 baru lapor pemadam,” kata Gatot saat dihubungi, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Gatot, keterlambatan laporan itu membuat api telanjur membesar dan menghanguskan hampir seluruh bagian rumah. “Jadi ada 1 jam jeda waktu baru lapor pemadam. Untuk terjebak atau nggaknya kita nggak tahu pasti, soalnya di bawah itu udah abis, tinggal tembok sama dak aja,” ujarnya.
Dalam insiden itu, empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah. Dua korban ditemukan di kamar lantai atas, sementara dua lainnya berada di kamar bawah. “Iya, 2 orang di kamar atas, 2 di kamar bawah,” kata Gatot.
Sementara itu, dua orang lainnya berhasil selamat meskipun mengalami syok berat. Keduanya diketahui sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di bagian belakang rumah. “2 orang itu pembantu, dia keluar lewat pintu belakang. Atas ada tangga melingkar, nah dia turun dari situ. Karena informasinya dia pembantu, tidur di kamar atas bagian belakang dan dia akses dapur ada tangga muter itu,” katanya.
Gatot juga mengungkap bahwa petugas sempat mendengar teriakan minta tolong saat proses evakuasi berlangsung. Anggota damkar yang awalnya hendak naik ke lantai atas langsung kembali turun untuk mencari sumber suara tersebut. “Nah pas anggota mau naik, ada teriakan minta tolong. Nah anggota turun lagi, masuk lagi menyusuri ruang tamu ke arah suara, ternyata ada 2 orang itu dalam kondisi lemes, nah dibawa keluar,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Adapun kebakaran tersebut diduga terjadi saat para penghuni rumah masih tertidur lelap, atau terpengaruh usia lanjut mereka sehingga tidak sempat menjelh diri saat api mulai melalap bangunan.