Waktu Presiden Trump mendarat di Beijing minggu ini, dia akan bawa kekuatan perdagangan Amerika.
Para pemimpin AS dan China bertemu setelah ketegangan yang selalu meningkat tahun lalu—termasuk perang dagang timbal balik setelah pengumuman tarif “Hari Pembebasan” Gedung Putih setahun yang lalu.
Tapi sepertinya Preseden Trump ingin mencairkan ketegangan sebelum pertemuan. Menulis di Truth Social, platfrom media sosial miliknya, tadi malam, presiden bilang: “Saya sangat menantikan perjalanan ke China, negara yang menakjubkan, dengan pemimpin, Presiden Xi, yang dihormati semua.” Dia tambahin bahwa “hal-hal besar” akan terjadi buat kedua negara.
Trump selalu bersikeras dia punya “hubungan yang bagus” dengan Preseden Xi China, meskipun hubungan jadi tajam beberapa bulan terakhir. China menuduh AS punya “standar ganda … yang khas” dan bilang mereka nggak takut perang dagang setelah Trump ancamin tarif lebih lanjut di Oktober. Sementara itu, Trump klaim China “sama skali melanggar” syarat-syarat kesepakatan yang dibuat setelah Hari Pembebasan, sambil bercanda ini mungkin bukan kejutan buat beberapa orang.
Retorika Gedung Putih bahwa mitra dagang akan “makan” kenaikan tarif (bukan konsumen AS) belum sepenuhnya berhasil di kasus ini. Negara adidaya saingan ini kayanya cuma ngubah fokusnya jauh dari AS. Menurut angka perdagangan yang dirilis pemerintah China untuk April, ekspor naik 14,1% dibanding tahun lalu.
Pertumbuhan ekspor China nggak datang dari AS, menurut laporan dari The Observatori of Economic Complexity (OEC). OEC nulis bahwa di Febuari 2026, pertumbuhan tahun-ke-tahun terutama didorong oleh permintaan yang lebih tinggi dari Hong Kong, Jerman, dan Korea Selatan.
Ini mungkin berarti Trump punya posisi lemah dalam negosiasi daripada pertemuan sebelumnya, dengan Beijing sekarang kurang bergantung pada AS sebagai mitra dagang.
Bawa nama-nama besar
Meskipun China udah agak menghindari perubahan kebijakan luar negeri Trump, Gedung Putih bakal dateng ke depan pintu Preseden Xi dengan beberapa nama terkenal di dunia.
Pagi ini, seorang pejabat Gedung Putih konfirmasi ke Fortune bahwa Tesla CEO Elon Musk dan Apple CEO Tim Cook udah diundang buat ikut presiden AS di pertemuannya di China. Juga dalam daftar undangan ada CEO BlackRock Larry Fink dan CEO Boeing Kelly Ortberg.
Juga berangkat ke China dengan delegasi adalah David Solomon dari Goldman Sachs, Stephen Schwarzman dari Blackstone, Brian Sikes dari Cargill, Jane Fraser dari Citigroup, Jim Anderson dari Coherent, H. Lawrence Culp Jr. dari GE Aerospace, Jacob Thaysen dari Illumina, Michael Miebach dari Mastercard, eksekutif Meta Platforms Dina Powell McCormick, Sanjay Mehrotra dari Micron Technology, Cristiano Amon dari Qualcomm dan Ryan McInerney dari Visa.
Kehadiran Elon Musk bakal tandain kembalinya ke lingkaran politik dari mana dia dikeluarin tahun lalu. Musk punya peran penting di kampanye pemilihan Trump dan dikasih kunci ke Departement Efisiensi Pemerintah (DOGE) waktu Trump terpilih lagi.
Musk bayar harga atas keterlibatannya dengan tim Trump, dengan pembuat EV Tesla dijadiin target dan diboikot pelanggan. Ketegangan dilaporin terus naik waktu Musk kritik kebijakan Trump, sementara Gedung Putih ancam untuk putus kontrak sama bisnis dia.
Seberapa jauh keretakan udah sembuh masih nggak diketahui (mereka berdua pernah hadir di acara yang sama di Arab Saudi bulan November), tapi Trump kaya ingin kekuatan bintang dari orang terkaya di dunia samping dia di Beijing, dan Musk mungkin bersedia buat ngasih itu.
Berlangganan Fortune Gulf Brief. Setiap Selasa, newsletter baru ini bakal kasih info jelas dan otoritatif tentang kesepakatan, keputusan, kebijakan, dan perubahan kekuasaan yang megentuk salah satu wilayah paling penting di dunia, ditulis buat orang yang perlu bertindak. Daftar di sini.