Nama Siswa Meredam Pidato Wisudawan Soal AI Sebagai ‘Revolusi Industri Berikutnya’

Berikut adalah teks yang sudah ditulis ulang dengan gaya C1 bahasa Indonesia:

Sebuah saran kecil jika Anda akan memberikan pidato wisuda tahun ini: jangan bicarakan AI pada para lulusan. Itu sama relevannya dengan mempromosikan tambang batu bara kepada anak-anak tahun 1840-an. Mereka tidak ingin mendengar betapa hebatnya masa depan suram yang Anda ciptakan untuk mereka, apalagi dari pihak yang justru bertanggung jawab membuat keadaan menjadi begitu buruk.

Gloria Caulfield, wakil presiden kemitraan strategis di Tavistock Group, menyadarinya dengan cara yang tidak mengenakan saat berbicara di depan para wisudawan University of Central Florida. Dalam pidatonya, ia berkata: sungguh, perubahan memang menakutkan. Munculnya kecerdasan buatan adalah revolusi industri berikutnya.

Sambutannya sontak disambut riuh rendah cemoohan dari mahyaswa yang bersiap memasuki dunia kerja. Caulfield mengakui bahwa pesannya kurang diterima seraya bertanya: “Baik, saya menyentuh saraf yang sensitif. Boleh saya lanjutkan?” Seorang dari hadapan berteriak jelas: “AI itu menyebalkan!” Ia mencoba melanjutkan dengan mengatakan “Lima tahun lalu, AI belum menjadi bagian dalam hidup kita.” Kalimat ini justru menuai sorak dan tepuk tangan meriah. Generasi muda ternyata merindukan masa tanpa AI.

Peduga Jensen Huang, founder NVIDIA, mendapat sambutan sedikit lebih baik saat berpidato di hadapan wisuda ke-128 Carnegie Mellon University. Dia berdana kebaikan AI; sebuah teknologi yang berawal dari lorong-lorong tempat mereka berkuliah. Sang CEO menyapa para wisudawan: “Anda memasuki kesempatan satu-generasi untuk mengindustrialkan ulang Amerika dan memulihkan kapasitas bangsa dalam membangun.”

Dia pun menambahkan: “Tidak ada generasi sebelumnya yang memasuki dunia dengan alat lebih dashyat—ataupun kesempatan sebesar—dari kalian. ” “Kami semua berdiri di garis awal yang sama. Inilah momen Anda untuk membentuk apa jadinya setelah dilangkahkan. Maka larilah. Jangan berjalan.”Jelas, saya merasa ucapan ini sulit diterima sebagaimana maksudnya–mempertimbangkan sikap pesimis yang mendominasi kaum muda terhadap nafas kedepan. Jajak pendapat Gallup belum lama mempopulerkan kenyataan: Amerika peringkat 87 dari 193 negara berdasarkan jawaban usia dewasa muda bak suasana pasar kerja cukup bersahabat untuk mencari lapangan.

MEMBACA  Bernstein Soroti Coupang (CPNG) sebagai Pemenang Jelas di Pasar E-Commerce Korea

Survei AP-NORC Maret tahun ini: lewat satu dekade,delapan dari sepuluh usia 35 ke bawah katakana perekonomian Amerika berada diperiuk burik.Namub lo,niranta kita member anggapan “lebih banyak nir’kata” dari pada jalur menunjang pengapanya menempuk.

Ya., belajau membaca komuniti,bung.

Tinggalkan komentar