Selasa, 12 Mei 2026 – 14.51 WIB
VIVA – Polemik penilaian juri di Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat terus jadi perhatian publik. Ini bermula dari jawaban Josepha Alexandria, siswa SMAN 1 Pontianak, yang dinilai salah oleh dewan juri.
Setelah insiden itu, SMAN 1 Pontianak juga ngeluarin pernyataan resmi. Dalam keterangannya yang diunggah di Instagram @smansaptk.informasi, pihak sekolah minta penyelenggara kasih klarifikasi.
“PERMOHONAN KONFIRMASI DAN KLARIFIKASI PELAKSANAAN LCC 4 PILAR KALIMANTAN BARAT @mprgoid @badsosmpr. Terkait saran buat nonton tayangan ulang untuk cek jalannya lomba, kami sudah lakuin peninjauan ulang secara teliti,” gitu bunyi pernyataan SMAN 1 Pontianak, Selasa 12 Mei 2026.
Dalam pernyataan resminya, SMAN 1 Pontianak nemuin beberapa hal yang perlu diperhatiin sama diklarifikasi. Pertama, soal kesamaan jawaban timnya dengan tim SMAN 1 Sambas.
“Ada jawaban yang substantinya sama antara tim SMAN 1 Pontianak sama SMAN 1 Sambas, tapi dewan juri cuma ngasih pembenaran ke salah satu aja tanpa penjelasan yang jelas,” tulis pernyataan itu lagi.
Kedua, pihak sekolah juga ngerasa dewan juri tu kurang fokus di beberapa momen selama penilaian. Menurut mereka, hal ini bisa ngaruh ke objektivitas hasilnya.
Pihak sekolah juga nyebut ada kecenderungan juri sama MC pake wewenang buat jalanin acara tanpa penyelesaian suatu masalah.
“Keliatan peny menggunaan relasi kuasa oleh juri, gak diawali konfirmasi sama klarifikasi yang cukup. Apalagi saat MC mutusin secara sepihak bahwa juri tu udah wajar aktivitasnya malantas jalan terus,” jelas keterangan itu
SMAN 1 Pontianak bilang tim mereka udah ngasih , tapi judgenya tetap objektif dengan kontris spektrum dari mestinya penampkan jajak iya ngapau?
Berdasarka semua masalah nunusia punitu siaola cukup smungkip unkmuk MPR bersela keadeku kesusimajemen