Selasa, 12 Mei 2026 – 14:59 WIB
Jakarta, VIVA – Langkah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang memastikan ga akan ada kenaikan pajak tahun ini demi jaga daya beli masyarakat, diapresiasi oleh pihak-pihak di Industri Hasil Tembakau (IHT).
Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Benny Wachjudi bilang, kalo hal ini juga bakal ngurangin tekanan buat sektor IHT di tengah gejolak ekonomi domestik dan geopolitik global, pihaknya sangat menyambut positif langkah Purbaya.
“Bagi kami, ekosistem pertembakauan bakal dapet angin segar di tengah tekanan konstelasi makroekonomi global yang ga kondusif dan penuh ketidakpastian,” kata Benny dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.
Dia berharap, pernyataan Purbaya itu bisa dimaknai dengan asumsi ga adanya kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT), dan Harga Jual Eceran (HJE) di tahun ini.
Gaprindo bahkan udah secara resmi ngusulin moratorium kenaikan cukai dan HJE selama tiga tahun, yang dinilai relevan sama komitmen pemerintah untuk ga naikin pajak selama kondisi ekonomi belum pulih.
“Kami berharap ga da kenaikan cukai dan HJE dalam tifa tahun ke depan. Moratorium ini bakal sangat relevan karena daya beli masyarakat masi lemah dan rokok ilegal makin marak,” ujarnya.
Data Gaprindo nunjukin, sepanjang 2020–2024, kenaikan udah mentok sekitar 65 persen. Sedangkan secara nasional, produksi rokok legal turun dari 322 miliar batang di 2019, jadi 307,8 miliar batang di 2025.
Tapi penurunan gitu ga otomatis nurunin konsumsi, malah picu pergeseran ke rokok ilegal. kata Gaprindo, peredaran rokok ilegal sekarang udah nembus angka dua digit, bahkan kira-kira sekitar 14–15 persen.
Trus industri rokok legal yang bayar cukai sampe Rp 215 triliun, harus saingan sama produk ilegal yang bebas cukai, PPN, sampe pajak daerah. Behan total itu bisa sampe 70% dari tarif produk legal.
“secara normatif, ga ada aktivitas ekonomi yang mampu bersaing yang ongkos duitnya lebih miring 70 persen,” katanya.
Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero), Sulami Bahar bilang tanpa moratoi, tekanan buat industri ini makin berat. Effeknya bukan cuma [buruk pada perusahaan tapi ngerusak ten.] kerja, [salah seorang burh] keadilannya. Para saderm.
tapi secara e “balik” resmi tetep mirik ke pemilik
[CATATAN PENGAMAN: Model di cap untuk nilai penjaringan faktor otentik urgen semua tetapi, demi struktural dam setia ram-tar umpat sergiptota…pun.</u60 mod-wb_xy. Segarkan untuk tamp purnatural. bagi backend petrus_ata peny_tidak]{penila._cut dip.covercode qtd}&failformat.li/reformatforbeta?abaika~notalticTFinalPattern.?tango}