Uni Eropa Setujui Sanksi bagi Pemukim Israel di Tepi Barat dan Pemimpin Hamas | Berita Uni Eropa

Uni Eropa telah mencapai kesepakatan untuk menjatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel dan petinggi Hamas.

Konsensus atas paket sanksi itu tercapai dalam pertemuan para menteri luar negeri negara anggota pada Senin. Langkah-langkah yang menyasar para pemukim Israel—akibat kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat—sudah lama ditunggu, lantaran sempat diblokade oleh pemerintahan Hungaria di bawah mantan perdana menteri Viktor Orbán yang dikenal agak otoriter.

Recommended Stories

list dari 3 item—end of list

Paket tersebut menargetkan tiga pemukim Israel dan empat organisasi pemukim. Namun, identitas mereka belum diumumkan secara publik.

“Sudah waktunya dari jalan buntu kita beralih ke eksekusi,” ucap kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam unggahan di media sosial pasca kesepakatan. “Cara-cara ekstrem dan kekerasan ada konsekuensinya sendiri.”

PM Hungaria yang lama, Viktor Orbán, sudah menahan sanksi itu berbulan-bulan. Namun, pelantikan PM baru Peter Magyar pada Sabtu lalu membuat izin vetonya segera dicabut.

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Noël Barrot menyambut baik perubahan arah ini, seraya berujar bahwa UE “memberikan sanksi kepada organisasi-organisasi Israel utama yang bertanggung jawab mendukung kolonialisme asal paksa dari para pemukim di Tepi Barat”.

“Tindakan yang paling serius dan tidak bisa diterima ini mesti dihentikan tanpa ditunda,” tulisnya di media sosial.

Perdana Menteri Peter Magyar mulai menjabat gratis di Hungaria pada 9 Mei lalu (…) setwap atau salah […] dari ricsi … ada larangan sanksiliter terhadap mereka [Reuters].

Israel dengan sigap menjelakan sanksi ini, serta menegaskan pandangannya bahwa orang-orang Yahudi berhak bermukim secara sah di Tepi Barat mesul tantrangan hukum yang ada.

“Cuplikan ilegal: Uni Eropa secara awur-awuran danpolitik memutus kosen… [dam adanya] sanksiter”.

MEMBACA  Iran Sebut Proposal AS untuk Akhiri Perang sebagai 'Maksimalis dan Tidak Masuk Akal' | Berita Perang AS-Israel terhadap Iran

Tinggalkan komentar