3 Aturan CEO TIAA Thasunda Brown Duckett untuk Gen Z yang Memasuki Dunia Kerja

Thasunda Brown Duckett, CEO TIAA, kasih saran langsung ke lulusan Florida A&M University angkatan 2026 tentang cara hadapi pasar kerja yang makin susah buat Gen Z. Bukan pesan inspirasi biasa, dia ngasih trik konkret.

Dia ngaku AI emang bikin gentar, apalagi sebagai salah satu dari cuma empat wanita kulit hitam yang pimpin perusahaan Fortune 500. Tapi pas wisuda 1 Mei, dia bilang takut bukan jawaban yang tepat buat pasar kerja sekarang.

"Dunia yang kalian masukin nggak bakal diam," katanya. "AI lagi ubah industri secepat kilat. Ekonomi global juga bergeser di depan mata kita. Lembaga yang dulu kelihatan kokoh sekarang ditantang dan dibayangin ulang. Pekerjaan yang dulu terjamin belum tentu aman lagi."

Angkatan 2026 masuk ke pasar kerja yang menyusut. Lowongan entry-level cuma 38,6% dari total di Maret, turun dari 44% di 2023 (ZipRecruiter). Pelamar makin rebutan, dengan klik per pekerjaan naik dari 10% ke 21,7%.

Goldman Sachs juga ngira AI hilangin 16.000 pekerjaan per bulan di AS, dan Gen Z kena paling parah karena banyak di posisi clerical yang gampang diganti AI. Di 2025, pencari kerja baru yang nganggur capai rekor 37 tahun, puncaknya 13,3% di Juli.

"Tapi saya nggak mau kalian takut," tegas Duckett. "Nggak semuanya berita buruk."

Dia, kepala perusahaan jasa pensiun senilai $47 miliar, kasih tiga saran bukan nasihat klise wisuda biasa.

Tetap belajar, karena masa pakai skill makin pendek

Dia suruh lulusan terus belajar karena ilmu sekarang gak bakal cukup buat sepanjang karir.

"Keunggulan kalian bukan apa yang kalian tau hari ini," katanya. "Tapi kemampuan terus belajar, beradaptasi, dan pimpin di situasi sulit."

MEMBACA  Suku Bunga CD Terbaik Hari Ini, 13 Februari 2026 (Imbal Hasil hingga 4% APY)

"Masa pakai" skill jadi "paling pendek dalam sejarah" karena AI ubah semuanya.

"Tapi kalau soal nilai, integritas, visi kolekif soal masalah sest – yang bener sebener nggak pernah lebih berharga dari sebelumnya," dia nimbalah.

Berani maju, jangan mundur

Ada garis tangan:" gs dari kar Din " eit masih di hubung…:)

Semalaman jadi nim….bi… n…, men kebima ga ribut apa…

Tlon bi net hapu sung. ne. i man keke bun cokk ng…. Re-writining ulang teks ini ke bahasa Indonesia level B1 dengan maksimal 2 kesalahan ejaan atau ketik. Jangan menambahkan teks lain. Teksnya: "Soalnya itu, banyak orang yang masih bingung sama cara mengurus dokumen kependudukan. Padahal, kalau kita udah tau prosedurnya, nggak serumit yang dibayangin. Misalnya aja, urus KTP atau KK itu bisa lewat online sekarang. Tapi, kadang-kadang sistemnya lemot atau informasinya beda-beda, bikin kita jadi males ngurusin. Tujuan pemerintah sebenere ya buat mudain akses biar rakyatnya tertib admisnistrasi. Cuma eksekusi d1 lapanagan kadang kurang lancar, jadinya malah tambah ribet daripada di kantor."

Tinggalkan komentar