Pasar Perumahan Amerika Telah Runtuh—dan Setelah 3 Tahun, Keadaannya Mulai Nampak Permanen

Penjualan rumah bekas di Amerika Serikat pada bulan April hampir tidak berubah. Ini jadi tanda buruk lagi untuk pasar perumahan di musim yang biasanya paling sibuk.

Asosiasi Agen Real Estat Nasional bilang, penjualan rumah bekas naik cuma 0,2% dari Maret ke angka tahunan 4,02 juta unit. Dibanding April tahun lalu, penjualan tidak berubah.

Angka ini lebih rendah dari perkiraan ahli yang mencapai 4,12 juta unit, lapor FactSet.

Sejak 2023, penjualan terus berada di sekitar 4 juta unit per tahun, jauh dari angka normal historis yang sekitar 5,2 juta.

Harga rumah nasional juga masih naik bulan lalu, walaupun lebih lambat. Harga rata-rata rumah di AS naik 0,9% dari tahun sebelumnya menjadi $417.700 di April—ini rekor tertinggi untk bulan April sejak data ada di 1999. Sudah 34 bulan berturut-turut harga rumah naik.

Pasar rumah AS lesu sejak 2022 saat suku bunga KPR mulai naik dari level rendah masa pandemi. Penjualan rumah bekas tahun lalu mandek di level terendah dalam 30 tahun. Sampai awal tahun ini juga masih lemah, bahkan turun dibanding tahun lalu selama tiga bulan pertama.

Kepala ekonom NAR, Lawrence Yun, bilang, "Musim beli rumah musim semi ini, sampai April, kita tidak lihat ada peningkatan dibanding tahun lalu."

Keterbatasan stok rumah merusak pasar

Rumah yang dibeli bulan lalu kemungkinan sudah dikontrak di Februari dan Maret, saat suku bunga rata-rata KPR 30 tahun berkisar antara 5,98%—terendah dalam tiga setengah tahun—hingga 6,38%. Minggu lalu rata-rata suku bunga ada di 6,37%.

Suku bunga memang masih lebih rendah dari tahun lalu, tapi naik-turun sejak perang dengan Iran mulai, karena harga energi tinggi bikin khawatir inflasi.

MEMBACA  3 Saham Dividen Warren Buffett Paling Difavoritkan Wall Street untuk Dimiliki Saat Ini

Orang yang mampu beli rumah untung karena lebih banyak properti di pasar, meskipun stok rumah masih rendah dari biasanya.

Di akhir April, ada 1,47 juta rumah yang belum terjual—naik 5,8% dari Maret dan naik 1,4% dari April tahun lalu. Ini jumlah rumah terbanyak dijual untuk bulan April sejak 2019. Dulu di 2019, stok akhir bulan mencapai 1,83 juta.

Walaupun begitu, masih kurung dari sekitar 2 juta rumah yang biasa dijual sebelum pandemi.

Stok rumah akhir April cuma setara pasokan 4,4 bulan dengan kecepatan jual sekarang. Biasanya, pasokan 5–6 bulan dianggap pasar yang seimbang buat pembeli dan penjual.

Yun bilang, "Kita butuh stok naik 30%, tapi itu tidak terjadi."

Tinggalkan komentar