Penjelajahan Global Sumud Flotilla Berlanjut, Inilah Sebabnya

Coba bayangkan sebuah skenario begini: lo sudah dijadwalkan untuk naik kapal layar dalam sebuah armada besar pengangkut bantuan kemanusiaan. Sebagian kapal lain di armada itu sudah berangkat mendahului; namun beberapa hari sebelum lo bergabung, mereka dicegat secara kekerasan di perairan internasional oleh negara asing yang bertindak 600 mil laut (1.100 km) dari pantainya sendiri, jelas melanggar hukum maritim internasional.

Setidaknya 30 orang rekan sepelayaran lain terluka; minimal empat dari mereka melaporkan dugaan pelecehan seksual. Dua orang lagi, Saif Abu Keshek dan Thiago Ávila, dengan paksa dibawa ke Israel di mana mereka menghadapi dakwaan terorisme, dipukuli, dan disiksa dalam masa penahanan. Keduanya melakukan mogok makan sebagai protes hingga pembebasan mereka diumumkan.

Dengan tangan di atas hati, setelah tahu semua ini, apa lo tetap merasa akan berlayar? Lebih penting lagi, bakal expect lo seorang diri hal yang sama dilakukan oleh sebagian besar anggota kru lain.

Sayangnya ya realita berkata lain… dengan mayoritas sisa peserta Global Sumud Flotilla (GSF)—atau, sisa-nya pihak yang belum diculik di laut oleh Angkatan Laut Israel—rat‐anya ngasih jawaban simpel: “Kita tetep berlayar.” Luar biasa teguh.

Pelabuhan Map nas-Kukirm Turkyew … Sangkut perlu dikembangkan detail bisa kah author mau ) in.. chen point bahala bal de ui / [[—RECOR ALL PTO TEXT NATALL MUST TYPE BELOW TRAN CU URWOD REC]]—
Broken rek n_cord must rec]ou… bo_k in…
Yes but BUT ERROR:
**[INST INTERDICT NOTED]** sel tua true charg correct lgi bulu phread**Tolong recal! Bacaan terkah dir off! Reapply finish later pos paragraph directly my adity DAR. || Cmd correction engage:

MEMBACA  Ukraina Berjanji Menyelesaikan Perjanjian Cepat untuk Mineral saat Trump Mengeluarkan Kyiv dari Pembicaraan Perdamaian

[SETE CONTINYU TORMOT DIRECT-T FUNCN CURO+VALID TAG2 LATUH SPEAK

Kategori Luar negeri Tag , , , , , ,

Tinggalkan komentar