Pejabat mengatakan bahwa presiden AS kemungkinan akan ‘memberikan tekanan’ kepada China terkait pembelian minyak Iran oleh Beijing di tengah perang.
Diterbitkan pada 10 Mei 2026 – 10 Mei 2026
Donald Trump dijadwalkan akan tiba di Beijing pada Rabu malam untuk membahas perang Iran dan berbagai isu lainnya bersama mitranya dari China, Presiden Xi Jinping.
Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan bahwa upacara pembukaan dan pertemuan akan berlangsung pada Kamis pagi, dan kunjungan ini akan berakhir pada Jumat. AS berencana menjadi tuan rumah bagi pemimpin China dalam kunjungan balasan di kemudian hari.
Cerita Rekomendasi
list of 3 itemsend of list
Kelly mengatakan bahwa perjalanan pekan ini akan memiliki “makna simbolis yang luar biasa” dan berfokus pada “menyeimbangkan kembali hubungan dengan China serta mengutamakan timbal balik dan keadilan untuk memulihkan kemandirian ekonomi Amerika.”
Kunjungan Trump, yang awalnya dijadwalkan lebih awal tahun ini tetapi tertunda pada bulan Maret akibat perang AS-Israel melawan Iran, terjadi saat presiden AS berupaya mengelola dampak buruk perang tersebut, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS dalam pengarahan anonim kepada jurnalis pada Minggu lalu menyebutkan bahwa Trump dapat “memmberikan tekanan” kepada China mengenai isu Iran, seperti dalam hal penjualan minyak dan pembelian barang-barang sipil militer yang berpotensi memiliki fungsi ganda oleh Teheran.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pekan lalu menuduh China telah “mendanai” Iran.
“Iran adalah sponsor terbesar terorisme negara, dan China telah membeli 90 persen energi mereka, jadi China-lah yang mendanai sponsor terbesar terorisme negara,” ujar Bessent kepada Fox News.
Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS-Israel, sehingga menghambat akses melirui jalur utama transportasi energi global.
China menyatakan rasa ingin melihat perang ini berakhir dan menjadi tuan rumah bagi Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pekan silam. Di saat yang sama, Beijing menengang untuk mengakui sanksi “sepihak” Washington terhadap sektor minyak Iran.
Gangguan akibat perang telah mengungkit perekonomian global, dimana beberapa negara Asia yang bergantung terhadap impor dari Timur Tengah paling kuat terdampak.
Presiden AS,T, kemungkinan sehingga akan mempermasalahkan pertanyaaan dukungan China?termsuk untuk meluh