Netanyahu: Perang dengan Iran Belum Berakhir, Uranium Harus Diamankan

Perang AS-Israel sama Iran “belum selesai” karena masih ada material nuklir di negara itu yang harus diambil, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Kamu masuk, dan kamu ambil itu,” kata Netanyaju dalam wawancara dengan CBS’ 60 Menit ketika ditanya tentang uranium Iran yang sangat diperkaya. “Semua itu masih ada, dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.”

Netanyahu tidak mau jelaskan lebih lanjut ketika ditanya apakah pasukan khusus AS atau Israel akan masuk ke Iran untuk mengambil material nuklir itu. Dia bilang Presiden Donald Trump sudah menunjukkan bahwa dia ingin masuk ke Iran.

“Saya pikir itu bisa dilakukan secara fisik,” kata Netanyahu ke CBS. “Itu bukan masalah. Itu misisi yang sangat penting.”

Cara terbaik kedepan adalah dengan kesepakatan sama Iran soal material nuklir itu, katanya.

Iran hari Minggu bilang mereka sudah ngasih jawaban untuk proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang 10 minggu ini. Beberapa hari terakhir, pejabat AS termasuk Trump bilang mereka lagi nunggu jawaban itu sebelum ambil tindakan besar.

Baca Juga: Perang Iran Nguras Cadangan Minyak Dunia dengan Kecepatan yang Belum Pernah Terjadi

Pernyataan Netanyaju di TV Amerika ini mirip dengan seruannya bulan lalu untuk mengambil material nuklir yang diperkaya dari Iran dengan atau tanpa kesepakatan, setelah Israel dan AS ngelakuin gencaran senjata dengan Iran pada 8 April. Waktu itu, dia bilang “kampanye ini belum selesai.”

Berlangganan Fortune Gulf Brief. Setiap hari Selasa, newsletter baru ini akan kasih informasi jelas dan berwibawa soal transaksi, keputusan, kebijakan, dan perubahan kekuasaan yang membentuk salah satu wilayah paling penting di dunia, ditulis untuk orang yang perlu bertindak. Daftar di sini.

MEMBACA  Pertimbangkan Investasi di Humana (HUM)?

Tinggalkan komentar