Ekonomi Global Masuki Siklus Belanja Modal Terbesar Sepanjang Sejarah: 5 Triliun Dolar pada 2030

Perusahaan AI besar bukan satu-satunya yang belanja besar buat dorong ekonomi dan pasar keuangan, karena sektor energi juga lagi alami gelombang besar investasi.

Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft udah ngeluarin ratusan milyar dolar per tahun untuk AI. Tapi perang Iran dan penutupan Selat Hormuz bikin faktor lain dalam belanja modal jadi sorotan.

“Saya percaya ini adalah siklus modal paling besar yang pernah dialami ekonomi global—yaitu transisi energi,” kata Eli Horton, manajer portfolio senior untuk produk ekuitas TCW, ke CNBC hari Kamis.

Dia sebut tiga pendorong ledakan belanja modal: keamanan energi, pertumbuhan cepat permintaan listrik, dan usaha terus-menerus untuk dekarbonisasi.

Bersama-sama, ini bakal memicu hampir $5 triliun pengeluaran sampai akhir dekade ini, perkiraan Horton, dan dia yakin tren ini bakal bertahan selama beberapa dekade.

Setelah hampir dua dekade stagnan, permintaan listrik AS tumbuh lagi karena kebangkitan manufaktur domestik, elektrifikasi ekonomi, dan yang terbaru demam AI, jelasnya.

Walau ada yang ragu soal keawetan belanja modal AI, Horton bilang laporan keuangan terbaru dari perusahaan hyperscaler menunjukkan ketahanan dan pendapatan yang meningkat.

Kenaikan drastis saham Caterpillar nunjukin teori ini, karena bisnis utamanya—alat konstruksi, alat tambang, dan pembangkit listrik—siap naikin gelombang belanja modal, tambahnya. GE Vernova juga contoh lain, karena permintaan turbin gasnya melonjak setelah tahun-tahun pertumbuhan lambat.

“Sekarang mereka udah habis terjual sampai 2030,” kata Horton. “Cuma ada tiga perusahaan di dunia yang bikin. Mereka punya kekuatan besar. Penting untuk sadar itu.”

Di saat yang sama, belanja modal AI, walaupun tumpang tindih dengan transisi energi, juga jalan cepat ke depan.

Analis Bank of America bulan lalu memperkirakan belanja modal hyperscaler bakal capai $800 milyar tahun ini aja, naik 67% dari 2025.**

MEMBACA  Tanda-tanda Anemia pada Anak yang Sering Terabaikan

Mereka juga lihat total tahun depan mungkin capai $1 triliun, didukung perbaikan pendapatan dan arus kas tahun ini.

Tentu aja, sebagian besar dari jumlah besar itu karena harga chip yang lebih tinggi. Banyak dari banjir uang hyperscaler bakal mengalir ke pembuat chip yang pasok kapasitas komputer ke pusat data.

“Untuk vendor semikonduktor AI, kami perkirakan daya tawar harga dan margin bakal bertahan, karena vendor komputasi/jaringan utama bisa teruskan kenaikan biaya ke pelanggan,” kata BofA.

Tinggalkan komentar