Dalam siaran pers akhir bulan lalu, Ketua FCC Brendan Carr menyatakan “Kita harus memberikan kelegaan yang berarti kepada konsumen dari panggilan robotik.” Dua hari kemudian, di siaran pers lain, komisi itu menuliskan bahwa “Mengentikan panggilan ilegal adalah prioritas utama perlindungan konsumen FCC.”
Secara normatif, penekanan ini seharusnya jadi kabar baik bagi publik Amerika. Akhir tahun lalu, sebuah laporan dari kelompok advokasi konsumen U.S. PIRG Education Fund menemukan bahwa warga Amerika telah menerima 2,14 miliar panggilan robotik per bulan sepanjang 2024. Secara per kapita, itu hanya sekitar enam panggilan per bulan, namun distribusinya sangat tidak merata. Bukan hal yang aneh jika sebagian warga Amerika bisa mendapat lebih dari 100 panggilan spam sehari.
Namun, obat yang diresepkan FCC barangkali lebih parah dari penyakitnya.
Di antara berbagai perubahan drastis, era ponsel sekali pakai mungkin akan berakhir lewat penerapan aturan baru “Kenali Pelanggan Anda” yang dipilih oleh FCC pada 30 April, seperti dicatat di blog firma hukum telekomunikasi Wiley Rein asal D.C. Berdasarkan aturan yang diusulkan, pelanggan harus menunjukan identitas pemerintah, alamat fisik, nama lengkap resmi serta nomor ponsel yang sudah ada. Aturan FCC pada tahap ini belum berlaku dan baru akan efektif setahun setelah disahkan. Komisi itu masih menerima komentar publik, dan secara spesifik meminta masukan perihal kekhawatirun terkait privasi.
Web Reclaim the Net yang membela hak-hak sipil mengeluarkan pada 7 Mei sebuah posting, “webt Reclaim the Net dia gtu hrus copy.”
Benar adanya akses saya faktanya bin sp
acces mudah kohpon ini trims
Sreet sedee asis for note