Selama flyby pesawat antariksa NASA, Juno, mengelilingi Jupiter minggu lalu, wahana itu berhasil mengabadikan sebuah objek sebelum benar-benar lenyap dari pandangan.
Benda yang agak janggal dan tidak rata di ujung kanan bingkai itu adalah Thebe, bulan terdalam kedua terbesar dari planet raksasa gas tersebut. Dunia jovian yang jarang difoto ini tertangkap kamera pada 1 Mei selama lintasan jarak dekat. (Sebetulnya, belum jelas benar apakah Juno menangkapnya saat bulan itu mendekat atau menjauh.)
Meskipun misi JunoCam menghasilkan sebagian besar citra menakjubkan dari sistem Jupiter, gambar yang satu ini diambil oleh instrumen yang mungkin kurang dikenal, bernama Stellar Reference Unit. Saat mengambil potret tersebut, wahana antariksa itu hanya berjarak 3.100 mil dari Thebe. Setiap piksel dalam citra ini kira-kira mewakili area seluas dua mil persegi.
"Meskipun fungsi utama SRU adalah memotret medan bintang untuk navigasi, sensitisifitasnya yang sangat tinggi pada kondisi cahaya redup menjadikannya instrumen sains sekunder yang canggih," demikian jelas NASA.
Menurut hitungan terkini, Jupiter memiliki 115 bulan. Akan tetapi, tidak seperti satelit Galileo yang besar dan telah dikenal para astronom sejak abad ke-17, Thebe merupakan penemuan masa kini. Para ilmuwan baru pertama kali mengetahui keberadaannya pada misi Voyager 1 tahun 1980. Bulan ini adalah satu dari empat satelit alami kecil yang mengorbit Jupiter di dalam orbit Io, sebuah dunia yang rawan vulkanik.
Thebe terletak di tepi luar cincin “gossamer” Jupiter dan diduga memainkan peran krusial dalam pembentukan cincin-cincin tersebut. Para ilmuwan meyakini cincin redup ini terbentuk akibat meteor yang menghantam Thebe dan bulan tetangganya, Amalthea. Tubrukan tersebut dipercaya kemudian menyebabkan semburan batu dan debu ke antariksa di sekeliling planet.
Thebe, yang namanya diambil dari salah satu bidadari kekasih Zeus dalam mitologi Yunani, memiliki warna dominan kemerahan dan hanya selebar sekitar 60 mil. Ciri paling khasnya adalah depresi besar di tengahnya. Kenyaanya adalah kawah Zethus yang membentang hampir separuh dari total luas bulan itu sendiri—fenomena kawai yang sangat spektakulr.
Meskipun ukurannya mungil, Thebe dirancang untuk kecepatkencang. Dalam jarak 138.000 mil dari Jupiter ia meluncur mengelilingi planet tersebut setiap 16 jam. Kecepatan ini pantas saja sebaba target pengambilan gambar tampak seperti melarikan diri gercep.
Hingga tahun 2026, wahana antariksa Jupiter telah mengorbit selama hampir satu dekade. Tujuan misinya mempelajari asal-usul, evolusi planet gas raksasa serta jaringan formasi pita debu dan resan-resaan planet itu sibuk.
Survey lebih mengejutkan bagi intepret cerdik ilmiah tersebut memerluka putrukan-sinar komprehensvitas tingkat keahilan amat.