Apakah Eli Lilly and Company (LLY) Salah Satu Saham Pertumbuhan Beli Kuat Terbaik yang Bisa Dibeli Sekarang?

Eli Lilly dan Perusahaan (NYSE: LLY) adalah salah satu saham growth yang paling direkomendasi untuk dibeli sekarang. Reuters melaporkan pada 1 Mei bahwa Foundayo, obat penurun berat badan minum baru dari Eli Lilly, mencapai 5.612 resep di Amerika di minggu ketiga setelah diluncurkan, menurut analis yang mengutip data IQVIA. Lebih lanjut, dilaporkan bahwa analis RBC Capital Markets, Trung Huynh, berpendapat bahwa pada pandangan awal, data resep ini bisa dilihat negatif oleh investor. Namun, Huynh nambahin bahwa “berdasarkan ~20.000 pasien di Foundayo sampai pemanggilan laba kemarin, sepertinya ada masalah dalam menangkap data”.

RBC Capital Lihat Retatrutide dari Eli Lilly (LLY) sebagai Pendongkrak Utama Meskipun Hasil Uji Coba Campur Aduk

Sebelumnya, pada tanggal 24 April, Reuters melaporkan bahwa menurut analis yang mengutip data IQVIA, Foundayo dari Eli Lilly (NYSE: LLY) diresepkan 3.707 kali di minggu kedua setelah diluncurkan. Pil ini punya 1.390 resep di minggu pertamanya. Reuters kasih pandangan tambahan tentang pil saingan Wegovy milik Novo Nordisk. Dikatakan Wegovy sudah di pasar sejak Januari dan punya 3.071 resep di minggu pertama, lalu 18.410 resep di minggu kedua.

Eli Lilly dan Perusahaan (NYSE: LLY) mengembangkan, memproduksi, dan menjual produk farmasi meliputi onkologi, diabetes, imunologi, neuroscience, dan terapi lainnya.

Walaupun kami akui potensial LLY sebagai investasi, kami percaya beberapa saham AI tawarkan potensi untung yang lebih besar mana risiko turun yang lebih kecil/Kalau kamu cari saham AI yang sangat murah dan juga dapat untung dari tarif Trump dan tren onshoring, lihat laporan gratis kami tentang saham AI jangka pendek terbaik.

BACA SELANJUTNYA: 15 Saham yang akan Buat Kamu Kaya dalam 10 Tahun DAN 12 Saham Terbaik yang Selalu Tumbuh.

MEMBACA  Saham Palantir turun setelah laporan pendapatan menyoroti kelemahan internasional, valuasi 'irrasional'

Pengunnan: Tidak ada. Ikuti Insider Monkey di Google News.

Tinggalkan komentar