-
GĀunung Dukono di Pulau Halmahera kembali meletus, menjebak para pendaki yang nekat masuk kawasan tersebut meskipun telah ditutup sejak 17 April.
UPDATE 8 Mei 2026
Otoritas Indonesia tengah melakukan pencarian terhadap 20 pendaki yang dilaporkan hilang pascaledakan Gunung Dukono di Pulau Halmahera, yang telah menewaskan tiga orang.
Gunung Dukono, sebuah gunung berapi aktif, meletus pada puku l 07.41 waktu setempat, Jumat (22.41 GMT, Kamis), menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 10 kilometer ke udara, disertai suara gemuruh “lemah hingga kuat”, demikian keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Iwan Ramdani, kepala badan penyelamat setempat, mengatakan kepada Reuters bahwa puluhan personel, termasuk aparat kepolisian, telah dikerahkan untuk mencari 20 pendaki yang terjebak akibat letusan. Ramdani menyebut sembilan di antaranya berasal dari Singapura.
Tiga pendaki, termasuk dua warga negara asing, tewas dalam insiden ini, ungkap Kepala Kepolisan Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, kepada Kompas TV sebagaimana dikutip AFP.
Kawasan tersebut sejatinya telah ditutup untuk wisatawan sejak 17 April, menyusul peningkatan aktivitas gunung yang terpantau para ilmuwan.
Warga dan wisatawan diminta menjauh hingga radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang, yang menjadi pusat aktivitas vulkanis.
Arahan sebaran abu condong ke arah utara, sehingga badan geologi pemerintah mengeluarkan peringatan bagi warga di Kota Tobelo agar mewaspadai “hujan abu vulkanik.”
Mereka juga mengingatkan adanya ancaman langsung dari lontaran batu pijar serta potensi bahaya aliran lava.
Sejak Maret, gunung Dukono yang tergolong sangat aktif ini sudah meletus hampir 200 kali.