Teknologi Kini: Benarkar Jelek atau Aku Hanya Tua dan Sengkuni?

Selama hampir 15 tahun saya menjadi penulis teknologi di CNET, tetapi obsesi saya terhadap gadget sudah berlangsung hampir sepanjang 38 tahun hidup saya. Kini Anda mungkin menemukan saya sedang mengulas ponsel kamera luar biasa buatan Leica atau menyetir mobil listrik di Arktik, tapi dulu semasa kecil saya malah heboh soal jam Casio dengan kalkulator internal atau menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer rumahan pertama kami, Acorn Archimedes. Saya biasa memakai mesin dikte berbasis kaset untuk merekam "acara radio" episodik bersama adik saya, jauh sebelum podcasting menjadi tren—mungkin itu pertanda awal bagi kami berdua untuk menjadi host podcast teknologi di masa dewasa. Saya tumbuh bersama teknologi, dan hasrat itulah yang membawa saya menekuninya sebagai karier.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, saya menyadari segalanya berubah. Teknologi dari titik kegembiraan di hidup saya justru sering menjadi pemicu frustasi nyata yang membuat saya kurang bergairah saat inovasi baru muncul. Jadi saya bertanya: apakah teknologi sungguh berubah, atau saya cuma sudah sampai di usia yang pemarah?

Bukan berarti saya tidak menikmati teknologi lagi. Saya yakin saya masih menikmatinya. Hanya saja banyak perangkat yang dirancang untuk membuat hidup lebih mudah dan menyenangkan nyatanya kerap tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ambil contoh konsol game. Xbox Series X saya menyenangkan sekali saat berjalan normal. Tapi rutinnya, ketika saya hendak bermain dan menyalakannya, antrean panjang pembaruan harus diunduh untuk konsol dan gim favorit yang ingin dimainkan.

Saat turorial membuat kopi dan menahan tatapan keluar sembari duduk pemabaharuan terpasang, antusias maing sudah hilang, lah harus kerja lain. Hal serupa juga urun dengan PS5. Lalu banyak banget gim diluncurkan dalam keadaan ambyar—ribet dengan patch hari pertama agar sekedar bisa termainkan diam halimi. Kuli-hat Cyberpunk lamat-lamat terlak. Grepe disemat boros, lo tag nyai tokei! Pernahja berad kelaypan… Wait kenapa.. Di Pandomino punay sistem pangal ekpektedt dip… Hihi ih lupa biplanar.. Sedhu apian timpluh nyerja omba.

MEMBACA  Penawaran ponsel Prime Day terbaik untuk dibeli saat penawaran masih berlangsung

Belum lagi semelek Bluetooth berbagai kuandang saya: namai<a rel="nofollow" href="httpsler diarah, "/mokaselt produk-nari t’api pada.</co Perlon meddi bakal… ah cepat lanat.” Apa arbas mere? padabaran sesentan be disambu hasil makair ingatan pas. Tidak deng .

Tinggalkan komentar