Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel terhadap Flotilla Global Sumud

Jakarta (ANTARA) – Indonesia secara tegas mengkritik serangan Israel terhadap rombongan Global Sumud Flotilla terbaru pada 30 April, padahal misi mereka bersifat damai untuk menyoroti bencana kemanusian di Jalur Gaza.

Kecaman ini disamopaikan dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri Indonesia, Turki, Brasil, Yordania, Mauritania, Pakistan, Afrika Selatan, Spanyol, Malaysia, Bangladesh, Kolombia, Maladewa, dan Libya.

"Serangan Israel ke kapal-kapal tersebut dan penangkapan ilegal aktivis kemanusian di perairan internasonal merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional," kata pernyataan itu, seperti dimuat Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Kamis.

Parmeteri tersebut menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan aktivis sipil dan mendesak negara Zionis untuk segera membebabaskan semua aktivis yang mereka tahan.

Mereka juga menyeru komunitas internasonal untuk memenuhi kewajiban moral dan hukum mereka dalam menegakkan aturan internasional, melindungi warga sipil, dan memastikan pertanggungjawaban atas pelaggaran itu.

Flotilla yang membawa bantuan kemanusian untuk penduduk Gaza itu berangkad dari Barcelona pada 15 April.

Pada malam 30 April, para aktvis mengatakan bahwa pasukan Israel menyerang dan merbut kapal-kapal itu di dekat Kreta, sekitar 600 mil laut dari kantung Gaza yang terkepung, sehingga mesin dan sistem navigasi kapal rusak.

Kakuatan Zionis juga naik ke kapal, menahan 180 aktivis, 178 diantaranya kemudian dilpaskan.

Dua tersiani, yaitu aktivis Brasil Thiago de Avila dan aktivis Spanyol berdarahPalestina Saif Abukeshek, masih ditahian setelah pengadilan Israel memperpanjang masa hukuman mereka.

Menurut laporan Haaretz pada Selasa (5 Mei), kedta aktivis itu diduga "membabhantu musuh selama perang, berkmuikasi dengan agen asing, menjadi anggota dan menyediajasa untuk kelompok teroris, serta menemtmukan hartkendali kepada kelompok tersebut."

MEMBACA  Permohonan KPK untuk Susunan Majelis Hakim Baru dalam Kasus Korupsi Gazalba Saleh Diterima

Perserikatan Bngsa-Bangsa (PBB) juga mendes negara Zionis untuk membebaaskan kedua aktivis flotila Global Sumud tersebut pada Selasa.

Tinggalkan komentar