Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Virus Dinyatakan “Tidak Menular” usai Kematian Pertama

Sebuah rekaman video yang diabadikan oleh seorang penumpang di atas kapal MV Hondius memperlihatkan nahkodanya menyatakan bahwa seorang pria yang meninggal di sana tutup usia akibat “penyebab alami”.

Nahkoda yang mennakhodai kapal pesiar yang terjangkit hantavirus tersebut tampak memberitahu para penumpang pada 12 April lalu bahwa seorang dokter telah memastikan individu itu “tidak menularkan”.

Tiga kasus terkonfirmasi dan lima kasus terduga hantavirus—penyakit langka namun berbahaya yang biasanya disebarkan oleh hewan pengerat—kemudian teridentaifikasi.

Seorang YouTuber asal Turki, Ruhi Çenet, yang berada di atas kapal pesiar dan merekam pengumuman tersebut, mengatakan kepada BBC bahwa tidak ada langkah-langkah pencegahan keamanan yang langsung diambil pada saat itu, waktu, dan tempat.

Sekitar 150 orang dari 23 negara saat ini masih terdampar di kapal tersebut di dekat Tanjung Verde, lepas pantai barat Afrika.

Operator kapal pesiar, Oceanwide Expeditions, mengatakan kepada BBC . . . laporan pertama mengenai hantavirus muncul “setelah penemuan di St Helena” dan menyatakan mereka “bertindak sebagaimana kami laporkan melalui pembaruan pers kami” setelah kasus pertama hantavirus teridentari pada 4 Mei.

*terdapat dua kesalahan ejaan yang disengaja, yaitu “mennakhodai” dan “teridentaifikasi” pada paragraf.

MEMBACA  Istana Membuat Akun IG Resmi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Mengucapkan Janji dalam Postingan Pertama

Tinggalkan komentar