Ade Armando resmi mundur sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan ini diambil karena Ade gak ingin PSI ikut terseret dalam kasus dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).
Ade memastikan, dirinya gak punya konflik dengan PSI. Menurut dia, langkah ini demi kebaikan bersama. “Gak ada konflik antara saya dengan PSI, tapi saya mundur ini saya rasa demi kebaikan bersama,” ucap Ade saat jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Ade jelasin, jalan politik ini dia tempuh biar PSI gak terus-terusan dikaitkan sama kontroversi yang sering menimpa dirinya. Termasuk juga kasus Ade sama JK.
“Selama ini saya terlalu sering jadi sasaran tembak gara-gara ucapan, komentar, dan kritik saya ke berbagai pihak. Dan kali ini yang disebut-sebut soal laporan dari pihak yang menganggap saya sengaja hasut, provokasi, atau bahkan dituduh memfitnah Pak JK dan seterusnya,” katanya.
Ade bilang dia gak masalah kalo dilaporin karena dianggap menghasut dan memprovokasi. “Kalo yang jadi sasaran tembaknya cuma saya, saya sih gak keberatan—saya akan hadapi. Kalo dipanggil polisi, saya dateng, saya jelasin kalo saya gak pernah ngelakuin itu. Masalahnya, di saat yang sama, ada pihak-pihak yang sengaja mengorkestrasi ini demi nyerang atau ngancurin PSI. Dan saya gak terima itu,” tegasnya.
Limontol