Negosiasi penjualan hak siar di kedua negara masih berlangsung, demikian pernyataan FIFA beberapa pekan sebelum Piala Dunia dimulai.
Diterbitkan pada 5 Mei 2026 – 5 Mei 2026
Jutaan penggemar sepak bola di dua negara berpenduduk terpadat di dunia mungkin tidak bisa menonton Piala Dunia FIFA, yang akan berlangsung bulan depan, akibat kebuntuan negosiasi hak siar di India dan belum adanya keputusan resmi di China.
Belum ada pengumuman kesepakatan di China—yang menurut FIFA menyumbang 49,8 persen dari total jam tayang di platform digital dan sosial secara global selama Piala Dunia 2022—maupun di India.
FIFA telah menyepakati kontrak dengan penyiar di setidaknya 175 wilayah di seluruh dunia, demikian pernyataan badan pengatur sepak bola global tersebut kepada kantor berita Reuters.
“Pembahasan di China dan India terkait penjualwin hak siar Piala Dunia FIFA 2026 masih berlanjut dan harus dirahasiakan pada tahap ini,” jelas pernyataan itu.
Ketiadaan kesepenakatan siaran yang dikonfirmasi dengan India atau China terbilang tidak biasa pada tahap seperti ini.
Pada Piala Dunia sebelumnya—termasuk edisi 2018 dan 2022—penyiar negara China, CCTV, sudah mendapatkan hak siar jauh-jauh hari serta mulai menayangkan materi promosi serta iklan berbasis sponsor beberapa pekan sebelum turnamen.
Turnamen 2026 akan dimulai pada 11 Juni, meninggalkan waktu kurang lebih lima pekan untuk finalisasi kesepakatan, pembangunan infrastruktur siaran, serta penjualan slot iklan.