4 Motif Trump Meluncurkan Project Freedom di Selat Hormuz: Salah Saturunya Menguji Kemampuan Iran

Berikut adalah teks yang telah ditulis ulang ke Bahasa Indonesia tingkat B2 dengan maksimal 2 kesalahan umum:

Memuat…

Washington, D.C. — Presiden AS, Donald Trump, punya motif khusus saat meluncurkan Project Freedom di Selat Hormuz. Foto/X

WASHINGTONProject Freedom menggantikan operasi sebelumnya bernama Epic Fury yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di masa gencatan senjata. Operasi terbaru ini sebenarnya bertujuan untuk membebaskan kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz, meskipun Iran memberi respon yang berbeda.

Pasukan AS dikabarkan telah menenggelamkan enam kapal kecil Iran yang mencoba mengganggu pelayaran komersial selama apa yang disebut Project of Freedom – sebuah misi AS untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, Iran membantah klaim ini.

4 Motif Trump di Balik Project Freedom di Selat Hormuz

1. Menguji Kemampuan Iran

Menurut Mark Pfeifle, seorang analis keamanan nasional AS, operasi ini sengaja dirancang untuk menguji sejauh mana Iran bisa menjaga Selat Hormuz tetap tertutup bagi kapal militer AS yang mengawal kapal komersil.

“Trump ingin tahu sekuat apa tekanan Iran. Ini bagian dari taktik Project Freedom – kalau banyak kapal bisa lewat, dia bisa dapat pengaruh,” kata Pfeifle dalam wawancara dengan Al Jazeera.

“Dari situ, pengaruh itu bisa dipakai untuk melawan Iran. Kapal berbendera AS bisa lewat, sementara kapal Iran macet. Ini cara Trump menguji situasi; ini perang siapa yang lebih kuat tekanannya demi negosiasi yang lebih baik,” tambahnya.

2. Mewujudkan Perubahan Strategis

Kesepakatan damai antara AS dan Iran mungkin terjadi – tapi hanya jika kedua pihak berhasil melalui tahap ‘negosiasi tentang negosiasi’ yang rumit saat ini, ujar Mark Kimmitt, mantan ajudan Menteri Luar Negeri AS untuk urusan politik dan militer.

MEMBACA  Tamara Tyasmara Bicara Terbuka Setelah Melalui Pemeriksaan Psikologi Selama 3 Jam

Tinggalkan komentar