200 Taksi Listrik Otonom Masalah Besar Terjadi di China

loading…

200 Taksi Listrik Otonom Timbulkan Masalah Besar. Foto / CNC

TOKYO – Industri mobil otonom di China baru aja ngadepin kemunduran besar pertamanya setelah ada insiden yang melibatkan sekitar 200 taksi robot Baidu yang tiba-tiba berhenti beroperasi di tengah jalan.

Insiden itu terjadi pada tanggal 31 Maret di Wuhan, dimana sekitar 200 mobil otonom dari program Apollo Go milik Baidu tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Hal ini menyebabkan beberapa tabrakan dan menjebak penumpang di dalam kendaraan. Meskipun nggak ada korban jiwa yang dilaporkan, insiden ini menggangu lalu lintas dan timbulin kekhawatiran soal keandalan sistem tersebut.

Sumber-sumber menyebut kalo penyebabnya berasal dari perintah yang dikeluarkan oleh para insinyur Baidu agar kendaraan berhenti dijalan untuk pengumpulan data, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas yang meluas.

Setelah insiden itu, otoritas China, termasuk Kementerian Transportasi, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Kementerian Keamanan Publik, dan Administrasi Ruang Cyber China, kerja sama dengan delapan perusahaan mobil otonom besar. Perusahaan-perusahaan tersebut diharuskan buat melakukan inspeksi sistem yang komprehensif demi memastikan pengoperasian yang aman.

Meski pemberian lisensi baru udah ditangguhkan sementara, unit-unit yang sebelumnya udah punya lisensi tetap beroperasi. Beberapa bisnis, kaya Pony.ai, masih maintain layanan robotaxi di kota-kota besar termasuk Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen.

MEMBACA  Borneo FC Melaju ke Final Piala Presiden Setelah Mengalahkan Persija, Namun Pelatih Huistra Masih Tidak Puas

Tinggalkan komentar