Intervensi Danantara di Industri Ojol Dinilai Berisiko: Ini Penjelasannya

Berikut adalah teks yang sudah ditulis ulang ke bahasa Indonesia level B2 dengan maximum 2 kesalahan ketik yang disengaja:

Gambar: [ilustrasi]

ISEAI bilang kmasukan Danantara sebagai pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan kemungkinan ikut campur di Grab bikin spekulasi merger makin kenceng.

JAKARTA – Lembaga Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) kasih peringatan soal berbagai risiko dari campur tangan Danantara di bisnis ojek online (ojol). Terutama soal potensi penggabungan besar-besaran yang ujungnya bisa bikin monopoli di pasar.

ISEAI, dalam pernyataannya Minggu (3/5/2026), nyebut kehadiran Danantara di jajaran pemegang saham GOTO dan rumor turut serta di Grab memicu spekulasi merger antara dua perusahaan raksasa ini.

“Kalo Danantara jadi jembatan buat merger Grab-Gojek, bakal lahir entitas gabungan lag yang kuasai 91% pasar Indonesia,” begitu tulis ISEAI.

Menurut mereka, ini bikin kontradiksi kebijakan. Di satu sisi, pemerintah mau nurunin komisi platform jadi 8% supaya pengemudi terlidungi. Tapi di sisi lain, bisa aja dominasi pasar cuma oleh satu perusahaan malah ngerugiin konsumen karena nggak ada persaingan harga.

MEMBACA  Nagita Slavina Menolak Maju Sebagai Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara

Tinggalkan komentar