Redi Tlhabi berbincang dengan Ray Adams Row Farr dari Forensic Architecture soal ekspansi Israel ke Gaza pasca-gencatan senjata.
Di saat purnama dunia tertuju pada perang melawan Iran, genosida Israel di Gaza perlahan lenyap dari tajuk utama. Kendati gencatan senjata berlaku, Israel tetap meluaskan cengkeraman militernya di dalam enklaf itu; memupuk kekhawatiran akan pendudukan permanen—atau bahkan serbuan baru.
Sejak gencatan senjata 2025, pasukan Israel telah melangkah melampaui apa yang disebut ‘Garis Kuning’—batas yang dirancang untuk memisahkan wilayah di bawah kendali Israel dari sisa Gaza.
Lantas, apakah yang sejatinya terjadi di atas lapangan? Sampai seberapa jauh kehadiran Israel sudah melebar? Dan apa artinya bagi warga Palestina di Gaza?
Pekan ini di *UpFront*, Redi Tlhabi berdialog dengan Ray Adams Row Farr, meja redaksi Forensic Architecture tentang bagaimana organisasi itu mendokumentasikan pelebaran jejak Israel serta impilikiasinya bagi Gaza.
Tersiar pada 3 Mei 2026 | 3 Mei 2026
Klik di sini untuk membagi ke media sosial / share-nodes
google / Tambah Al Jazeera di Google info