Di Hari Kebebasan Pers Sedunia, Paus Hormati Wartawan yang Gugur di Zona Perang | Berita Kebebasan Pers

Paus mengajak umat untuk mengenang para jurnalis yang gugur dalam mengejar kebenaran, khususnya di zona konflik.

Diterbitkan pada 3 Mei 2026

Paus Leo memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 dengan mengecam pelanggaran terhadap kebebasan media di seluruh dunia serta memberikan penghormatan kepada jurnalis yang tewas saat bertugas di daerah konflik.

Di akhir doa Mingguan yang diselenggarakan di Lapangan Santo Petrus yang cerah, Vatikan, beliau menyatakan bahwa hari tersebut tidak hanya menegaskan pentingnya jurnalisme independen, namun juga meningkatnya ancaman yang dihadapi para pewarta.

Berita Rekomendasi

“Hari ini kita merayakan Hari Kebebasan Pers Sedunia… sayangnya, hak ini sering dilanggar, terkadang secara terang-terangan, terkadang dalam bentuk yang lebih tersembunyi,” ujarnya

Hari Kebebasan Pers Sedunia yang disponsori oleh badan budaya PBB, UNESCO, bertujuan untuk menunjukkan dukungan kepada organisasi media yang berada di bawah tekanan ataupun sensor. Momentum ini juga merupakan penghormatan bagi para jurnalis yang gugur dalam tugas.

Pemimpin Gereja Katolik Roma mendesak umat berimanah untuk mengenang para wartawan dan reporter yang telah kehilangan nyawa demi mengejar kebenaran, khususnya di wilayah konflik.

“Kita mengenang banyak jurnalis dan wartawan yang menjadi korban perang dan kekerasan,” kata Paus.

Sebuah laporan yang dirilis bulan lalu oleh proyek *Costs of War* dari Watson Institute for International and Public Affairs menemukan bahwa perang Israel di Gaza merupakan konflik paling mematikan yang pernah tercatat bagi pekerja media. Pasukan Israel telah membunuh 232 jurnalis Palestina sejak Oktober 2023.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa lebih banyak jurnalis yang terbunuh di Gaza dibandingkan gabungan jurnalis yang tewas pada Perang Dunia I dan II, Perang Vietnam, perang-perang di Yugoslavia, serta perang Amerika Serikat di Afganistan.

MEMBACA  Komedi Kriminal Inggris yang Lucu Ini Membalikkan Alur Cerita di Prime Video

Dalam pidato-pidato sebelumnya, pemimpin Gereja Katolik itu pernah menjabarkan jurnalisme sebagai pilar masyarakat dan demokrasi, serta informasi sebagai barang publik yang mesti dilindungi dan diperjuangkan.

Paus kerap berterima kasih kepada para pewarta karena menyuarakan kebenaran, dengan menegaskan bahwa pekerjaan mereka tidak bisa dianggap sebagai kejahatan, dan ia juga kerap menyerukan pembebasan jurnalis yang ditahan secara tidak adil atau diproses secara paksa.

Pekan lalu, lembaga swadaya masyarakat terkemuka yang berbasis di Paris untuk kebebasan pers, *Reporters Sans Frontières* (RSF), atau Reporter Tanpa Perbatasan, menemukan tingkat kebebasan pers global jatuh ke titik terendah dalam seperempat abad.

Untuk pertama kalinya sejak RSF memulai indeksnya pada tahun 2002, lebih dari separuh negara di dunia masuk ke dalam kategori “sulit” atau “sangat serius” dalam hal kebebasan pers—sebuah tanda jelas bahwa jurnalisme semakin dikriminalisasi secara global, ungkap mereka.

Tinggalkan komentar