Indonesia Tetapkan Juli sebagai Bulan Peluncuran Situs Sekolah Rakyat

Surabaya (ANTARA) – Indonesia mentargetkan untuk mulai mengoperasikan sekolah gratis, yaitu Sekolah Rakyat, pada bulan Juli di 97 lokasi pembangunan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, sebagai bagian dari upaya pemerintah perluas akses pendidikan untuk anak-anak kurang mampu.

“Kementrian PUPR sedang bangun Enam fasilitas Sekolah Rakyat di 97 lokasi,” ujar Yusuf saat melakukan tinjauan langsung di Surabaya, Jawa Timur, pada hari Minggu.

Proyek ini merupakan Tahap II dari program tersebut. Tahap sebelumnya sudah berjalan dengan memakai fasilitas pemerintah yang ada sebagai sekolah sementara sejak tahun lalu.

Yusuf mengatakan, 67 komplek permanen diperkirakan akan selesai pada target Juli. Sementara lokasi lainnya akan mulai kegiatan belajarnya sembari pembangunan tetap jalan.

Setiap lokasi didesain dapat menampung sekitar 1.000 siswa, yang terdiri dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Sarana yang disediakan antara lain asrama, perpustakaan, laboratorium, klinik, dan ruang untuk kegiatan ekstrakulikuler.

Menurut dia. Program ini diluncurkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbesar akses pada pendidikan berkualitas. Targetnya adalah anak-anak putus sekolah dari keluaraga berpendapatan rendah.

“Kami buka pendaftaran secara reaktif, bukan menunggu. Kami mencari secara langsung anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau beresiko untuk putus,” jelas Yusuf.

Pemerintah ingin membangun setidaknya satu komplek permanen Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota di Indonesia.

"Jika kita tembus 500 sekolah permanen, daya tampungnya bisa melebihi 500.000 siswa. Ini tentu saja berdampak pada pengurangan kemiskinan," kata dia.

Yusuf juga berterima kasih dan memuji pemerintah kota Surabaya yang sudah menyediakan lahan untuk mempercepat pembangunan komplek permanen ini.

MEMBACA  Mendorong keragaman makanan Indonesia dengan program makan siang gratis: Menteri

Tinggalkan komentar