Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lewat perluasan akses pendidikan. Hal ini untuk mendukung target Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045, dengan fokus pada daerah terpencil dan tertinggal.
“Investasi terbaik bukan hanya infrastruktur, tapi juga kuliatas manusia. Pendidikan adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045, dan kami berkomitmen untuk akses yang merata, termasuk di wilayah terpencil,” ujarnya di Pontianak, Minggu.
Norsan menjelaskan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi ini sudah mencapai 72,09. Ini nanjukan kemajuan yang stabil dalam meningkatan kualitas hidup.
Untuk meringankan biaya, pemerintah sudah mensubsidi uang sekolah untuk sekitar 21.000 siswa di 274 SMA pada 2025, termasuk sekolah kejuruan dan sekolah luar biasa.
“Saya tidak ingin ada anak yang putus sekolah karena masalah biaya. Pendidikan adalah hak bagi seluruh warga,” tegasnya.
Program ini didukung oleh upaya menyediakan akses internet gratis di sekolah untuk memperluas pembelajaran digital dan meningkatkan kualitas layanan.
“Kami ingin memanfaatkan digitalisasi untuk menjembatani jarak dan memastikan akses pengetahuan yang sama di semua daerah,” ujarnya.
Namun, Norsan mengakui masih banyak anak di provinsi tersebut yang belum mendapatkan akseks pendidikan formal.
Pemerintah sudah melunskan program berbasis desa untuk mendata anak putus sekolah dan menghubungkan mereka dengan program bantuan.
Pemerintah daerah juga memperluas pendidikan kesetaraan bagi pekerja, memperkuat sekolah unggulan, dan mengembangkan ruang belajar kreatif.
Norsan menyebut provinsi ini menargetkan peningkatan IPM menjadi sekitar 75 lewat berbagai inisiatif tersebut.
“Pendidikan adalah pundasi pembangunan. Kolaborasi antar sektor yang kuat sangat penting untuk meningkatkan kesejhteraan masyarakat,” tutupnya.