Yen Melonjak Tajam Seiring Peringatan Jepang Siap Intervensi Lagi

Oleh Makiko Yamazaki, Leika Kihara dan Dhara Ranasinghe

TOKYO/LONDON, 1 Mei (Reuters) – Yen Jepang melonjak tajam pada hari Jumat setelah pejabat tinggi valas negara itu memperingatkan Tokyo siap untuk turun tangan lagi di pasar, hanya beberapa jam setelah pembelian resmi mengangkat mata uang yang lemah ini.

Komentar dari Atsushi Mimura dan lonjakan mendadak yen memicu spekulasi di antara pedagang mata uang tentang intervensi lain oleh Jepang.

Setelah stabil semalaman, dollar jatuh di pagi hari London, turun sebanyak 0,66% ke level terendah sesi 155,60 dari 157,12 sebelumnya, memicu pembicaran tentang intervensi lebih lanjut di antara pedagang mata uang yang sudah gugup.

Belum jelas apa yang menyebabkan pergerakan hari Jumat ini, tetapi analis mengatakan setelah Kamis pasar sudah dalam keadaan siaga.

“Likuiditas tipis dan orang-orang gugup setelah kemarin, jadi ada kerentanan terhadap volatilitas di dollar/yen,” kata Jeremy Stretch, kepala strategi G10 FX, CIBC Capital Markets.

Retorika Tokyo yang semakin keras terjadi saat yen masih tertekan oleh perbedaan suku bunga AS-Jepang yang lebar dan menjelang liburan panjang yang dikhawatirkan pejabat bisa mengundang serangan spesulatif.

“Saya tidak akan berkomentar tentang apa yang akan kami lakukan kedepan. Tapi saya akan memberitahu Anda bahwa liburan Golden Week Jepang baru saja dimulai,” kata Atsushi Mimura kepada wartawan ketika ditanya apakah Tokyo bisa intervensi di pasar mata uang.

Pernyataan Mimura mengikuti peringatan Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama pada hari Kamis bahwa “tindakan tegas” sudah dekat. Ia juga mendesak wartawan untuk menjagga ponsel pintar mereka tetap siap selama liburan, ini adalah sinyal yang jelas bahwa Tokyo siap campur tangan dan menghalangi spekulaor memanfaatkan likuiditas tipis untuk mendorong yen lebih rendah.

MEMBACA  Saham Tesla Berbalik Positif untuk Tahun 2024 di Tengah Kenaikan $200 miliar

Beberapa jam kemudian, Jepang turun ke pasar untuk mendukuung yen, intervensi mata uang resmi pertama dalam hampir dua tahun, kata dua sumber yang mengetahui masalah ini kepada Reuters, yang mendorong mata uang Jepang naik hingga 3%.

Mimura menolak berkomentar apakah Jepang melakukan intervensi di pasar mata uang pada hari Kamis.

Ketika ditanya apakah pergerakan mata uang masih spekulatif, Mimura berkata: “Tidak ada perubahan pada pandangan saya tentang pasar.”

Jepang tetap menjadin “hubungan yang sangat erat” dengan AS, kata Mimura, seraya menambaaahkan bahwa kedua negara setuju tindakan mungkin diperlukan tergantung pada perkembangan pasar.

“Setiap kali kta melihat pergerakan besr pada yen, akan ada pertanyaan tentang apa yang mendorong ini mengingat peringatan yang kita sudah dengar,” kata Stretch di CIBC Capital Markets.

Setelah melonjak ke 155,5 per dollar setelah intervensi pada hari Kamis, yen akhirnya justru terkoreksi sedikit dan berdiri di 156,99, masih di atas level 160 yang dianggap sebagai batas untuk campur tangan otoritas Jepang.

LIBURAN GOLDEN WEEK DI DEPAN MATA

Kegugupan juga tercermin di pasar opsi, di mana biaya perlindungan terhadap lonjakan besar yen selama pekan mendkan mendekati level tertingginya dalam sebulan, tunjukkan data LSEG.

Sebelum tindakan terbaru ini, Jepanglebih dahulu melakukan intervensi di pasar mata uaang pada Juli 2024, saat membeliyen setelah menyentuh level terendah 38 tahun di 167,96 per dollar.

Tinggalkan komentar