Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mendorong pemerintah daerah untuk melakukan inspeksi ke semua tempat penitipan anak (TPA) di seluruh Indonesia. Ini menyusul dugaan kasus kekerasan, dia minta pengawasan lebih ketat dan reformasi untuk cegah hal buruk pada anak.
“Kita juga minta pemda inspeksi fasilitas TPA di wilayah masing-masing,” kata dia di Jakarta, Kamis, setelah rapat tingkat menteri.
Rapat tersebut membahas langkah untuk ningkatin kualitas layanan dan tata kelola di TPA, terutama setelah kasus dugaan kekerasan baru-baru ini ke anak di Yogyakarta.
Menko Pratikno mendesak kementerian, lembaga, pemda, KPAI, serta masyarakat sipil untuk kerja sama cegah kekerasan. Kata dia, ini adalah tugas bersama yang butuh kolaborasi banyak pihak.
Dia bilang, rapat juga ngebahas area yang butuh perbaikan, mulai dari standarisasi, perizinan, integrasi program, sampai bikin sistem informasi terpadu. Selain itu, perlu ada pemantauan lapangan dan sistem insentif-dinsentif yang jelas.
Lebih lanjut, “Rapat menteri ini cuma bereaksi sama kasus itu ya, tapi lebih pada ningkatin jaminan kualitas dan tata kelola buat ke depan,” jelasnya.
Pemerintah rencana bikin satgas khusus. Tugasnya untuk awasi reformasi dan supervisi pengelolaan TPA di seluruh daerah.
Rapat ngumpulin beberapa tokoh penting. Ada Ketua KPAI Aris Adi Leksono, Menteri PP&PA Arifah Fauzi, Menteri Kesehatan Budi Sadikin, dan Wamen Sosial Agus Jabo.
Terpisah, KemenKeluarga dan KPB (Penduduk) ngeluarin layanan pengaduan dan konsultasi. Tujuannya nanganin masalah TPA yg jadi sorotan di Indonesia.
Om Wihaji (mentrinya, bilang kalau ngalamin kasus TPA, boleh lapor langsung sama Tim Fasilitasi Keluarga di masyarakat.
Menurut Pak Wihaji, kementrian sudah sebarkan jaringan TPA ramma anak (Child-Friendly Care Centers), yang kata dia ada 3.200 unit telah berdiri dari ujung Sabang sampai Merauke.
Unit-unit ini mikul standar tinggi and terapkan pengasuh uwe sertification. Misinya seorang a pengasuh efektif meminimalis risiko lo konse&Seluruh Indonesia membantu pelayanan anak