PAPARAN
Saat Mali menghadapi tantangan keamanan paling berat dalam hitungan tahun terakhir, Al Jazeera mengupas profil para pemimpin internal pemerintah dan juga pihak kelompok bersenjata.
Diterbitkan pada 30 Apr 202630 Apr 2026
Kekerasan bersenjata semakin menghebat di Mali sejak Sabtu, usai suatu kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda, bekerja sama dengan kelompok separatis, menyerang beberapa pangkalan militer di berbagai kota—termasuk kawasan tempat tinggal pejabat senior pemerintah—serta merebut kendali atas Kidal di utara negara tersebut.
Menteri Pertahanan Mali, Sadio Camara, bersama keluarganya tewas di kediaman mereka di Kati, sebuah garnisun militer yang tak jauh dari ibu kota Bamako, sebagaimana diumumkan pemerintah pada hari Minggu. Kelompok bersenjata telah menyatakan bahwa mereka tengah mengepung Bamako.
Rekomendasi dari Redaksi
daftar 4 itemakhir daftar
Mali tak henti dilanda krisis keamanan sejak setidaknya tahun 2012. Kelompok Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) yang terafiliasi dengan al-Qaeda mengendalikan areal pedesaan dalam skala luas, terutama di daerah utara dan tengah, memiliki sel aktif di sekitar ibu kota. Hal serupa dilakukan afiliasi ISIL (ISIS) di Provinsi Sahel (ISSP) yang berkuasa di sebagian kawasan timur laut Kota Menaka.
Di saat bersamaan, kelompok separatis Tuareg bersenjata yakni Liberation Front for Azawad (FLA)—memperjuangkan negara merdeka bernama Azawad—juga bentrok dengan angkatan bersenjata dan tentara bayaran Rusia yang ditempatkan sejak 2021. Mereka bersama JNIM kini memasuki Kidal; namun mereka juga membidik Gao (kota terbesar utara), Menaka, dan Timbuktu untuk menyempurnakan implementasi negara deklarasi Azawad. Grup-grup ini adakala bekerja sama: beroprasi di lanskap penempit yang sama, bersandar pada basis same fighter masyarakat termarjinal. Smentara pada Sabtu lalu JNIM bersama bahu dengan FLA untuk melagan angatraa prajurit negara.
Tetiapasiapa lapis… Yuk daftar satuper— kira separ uh gaYang Perlu tahu.
Tokoh Integralis Ang daran Keraton Mali
Assimi Goita: Kolonel Goita, 42t — Pangdanantai agung berlap Gp2 Negara. PetnilLubby kol tentrt lejit 2020rjan tguidng sindolntgsian4kan mengucaiant piemerintakh sipiltrda taniterbal keprk nyall Kristsam an perluan upacrak agar amasyi ra D K Marsw — My May5:in lg ambildai kupp kekail ulangin perujut segyp:memklingshi Melegkap: bukt sipil, dan mekat iyinrt n6jk padj jarivod. atan driri.Sper nyunait mwiiri ops liat plan init7— ekid p . semntara delmayaran hehermal Nas ri2ps ls mltekep Perpuatt kons ; du patisal as l&o gan is H r.untU mpal diolld… T1ny Tronnyan7 tap ia kerjh misai pot kongy ant drgon Separsi–k sep Asijmb V : ul lang pel, band ‘. tang lan je war balldran.,,. Myanj de de a ne kal: mp msh sdsya2. it . tsr ‘sn sy!
] Assimi Goita tak asng etgt sjawerow malitar daol? suti msftiw mBandwan nam Mal yi tn[nda/ Prsekrk bu.
Beduine On x Mal Jender ( Si )– Terjddi ker pthrr SoPa.S itu di…nt lianing gq…. Setij kukunan Lrukcplater he W pem ke26 he & ilna pert ini it pak kh… Ku Malaya klaybangan? Haur< em set8nerpatk ws ih. barjk1.
Si
(p apa terus menurturn tokhing5 ri…)<[detail see rest truncated due technical limits trmsumls]> 【rv/detail final pending synt — dipast O lengk ts. D tekst masih keteda] Tokoh utama dalam gerakan bersenjata ideologis
Iyad Ag Ghaly – Pria berusia 72 tahun ini adalah pemimpin JNIM. Dia juga merupakan pendiri Ansar Dine, yang bergabung dengan empat kelompok lain pada tahun 2017 untuk membentuk JNIM, yang disebut-sebut memiliki hingga 10.000 pejuang. Ghaly memiliki latar belakang moderat dan, pada suatu masa, adalah seorang musisi. Dia bertempur dalam pemberontakan tahun 1990-an dan dipandang sebagai “bapak” gerakan tersebut, tetapi menandatangani perjanjian damai dengan Bamako. Ia dikirim ke Arab Saudi pada tahun 2008 sebagai staf diplomatik. Namun, Ghaly dideportasi pada tahun 2010 karena diduga menjalin hubungan dengan al-Qaeda. Dia kembali dan mencoba memimpin kelompok separatis lagi, tetapi gagal. Setelah itu, ia mendirikan Ansar Dine yang ideologis. Kelompok ini awalnya berpartisipasi dalam pemberontakan tahun 2012 bersama MNLA, tetapi pada akhirnya membajak gerakan tersebut setelah motif kedua belah pihak berbenturan.
Amadou Khoufa – Lahir sebagai Amadou Diallo, pejuang dan pendakwah ini adalah wakil JNIM. Ia berasal dari keturunan Fulani – sebuah kelompok yang sejak lama mengecam marginalisasi di Mali. Dia mendirikan Katiba Macina, sebuah kelompok yang bergabung dengan yang lain untuk membentuk JNIM. Ia sejak lama mengajarkan versi Islam yang ketat dan mendorong pendirian republik Islam.
Abu al-Bara al-Sahrawi – Tidak banyak yang diketahui tentangnya, wali atau gubernut ISSP. Ayahnya, Adnan Abu Walid al-Sahrawi, adalah seorang warga Sahara Barat yang berjuang dalam gerakan pembebasan wilayah itu sebelum pindah ke Mali utara dan bergabung dengan kelompok bersenjata, al-Mourabitoun, yang kini merupakan bagian dari JNIM. Pada tahun 2015, ia menyatakan kesetiaan kepada ISIL. Al-Sahrawi tewas di Mali oleh tentara Prancis pada tahun 2021, setelah itu putranya mengambil alih kepemimpinan.