Militer Beijing dan Washington Kini Selevel!

loading…

Amerika Serikat anggap China sebagai ancaman terbesar dan klaim kekuatan militer kedua negara sekarang setara. Foto/Janes

WASHINGTON – Seorang jenderal yang bertanggung jawab jaga agar Korps Marinir AS tetap bisa bertahan dalam pertempuran, tolak anggapan bahwa China adalah ancaman dengan kekuatan militer hampir setara dengan AS. Menurut dia, kekuatan militer kedua negara sudah setara sekarang dan di masa depan.

Letnan Jenderal Stephen Sklenka, Wakil Komandan Instalasi dan Logistik Korps Marinir AS, bilang ancaman China jauh lebih serius dan akan bikin konflik dengan Iran yang saar ini “dibekukan” sementara keliatan kecil kalau kedua negara adidaya itu berkonflik.

Baca Juga: Perang Iran Menguras 50% Stok Rudal Termahal AS, Bahaya Jika Konflik dengan China Pecah

“Tidak ada ancaman yang lebih besar daripada Republik Rakyat China,” kata Sklenka di acara “2026 Modern Day Marine Expo” di Washington, D.C.

“Jangan dengerin omong kosong tentang mereka sebagai ancaman yang hampir setara. Mereka setara karena mereka menyaingi kita di hampir setiap ukuran pengaruh nasional,” ucap dia, seperti dikutip dari The War Zone, Kamis (30/4/2026).

Sebagai mantan Wakil Komandan Komando Indo-Pasifik (INDOPACOM) AS, Sklenka bilang dia “cukup akrab dengan cara berpikir Sekjen Xi dan apa niatnya”—merujuk pada Presiden dan Sekertaris Jenderal Partai Komunis China Xi Jinping.

“Visi pemimpin China adalah untuk mengubah struktur internasional [dan] menggantikan kita sebagai pemimpin global. Dan di banyak hal, pemikiran Xi, visinya, sudah bantu pemikiran saya sendiri tentang tuntutan perang modern, khususnya saat dilakukan di Pasifik dan terutama melawan musuh setara, sesuatu yang baru buat kita semua,” jelas dia.

Menurut Sklenka, Operas Epic Fury melawan Iran kasih beberapa pelajaran yang menyadarkan. Sementara AS mampu kerahkan pasukan ke medan perang lewat wilayah udara yang tidak diperebutkan dan sebagian besar laut yang tidak diperebutkan, Iran masih bisa timbulkan banyak kerugian buat Amerika dan sekutunya selama pertempuran.

MEMBACA  Toprak Razgatlıoğlu Siap Mengubah Gaya Balap untuk MotoGP, Kenangan Manis Mandalika Jadi Modal Berharga

Itu pun masih terus berlanjut, secara ekonomi lewat penutupan Selat Hormuz yang lagi berlangsung. Sklenka peringetin bahwa pertempuran dengan China bakal jauh lebih buruk.

“Kita sudah sekitar dua bulan jalanin operasi tempur dengan Epic Fury. Kita punya anggota militer yang secara tragis terluka dan tewas sama Iran. Mereka udah luncurkan ratusan drone dan rudal balistik ke pangkalan kita dan sekutu kita di seluruh wilayah—Israel, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Yordania—memperkuat poin kalau pangkalan yang kita punya, bukan lagi tempat perlindungan garnisun administratif. Kita beneran perlu mulai ngeliat pangkalan kita sebagai formasi tempur, sama pentingnya dengan divisi, sayap, dan MEU [Unit Ekspedisi Marinir] kita,” tambah dia.

“Iran udah memperlihatkan bagaimana kekuatan menengah bisa ancam kekuatan yang jauh lebih unggul,” kata Sklenka.

“Sebagai organisasi pembelajaran, kita bertanya ke diri sendiri, ‘gimana kita bawa setiap pelajaran dari pertarungan ini ke depan, dan gimana kita pastikan bahwa kita sama siapnya untuk mendominasi konflik dengan China?’,” lanjut Sklenka.

Tinggalkan komentar