Georgia Mendukung Solusi Damai untuk Setiap Konflik

Jakarta (ANTARA) — Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Tornike Nozadze, menegaskan bahwa negaranya selalu mendukung penyelesaian damai untuk setiap konflik yang terjadi di dunia, termasuk antara Ukraina dan Rusia.

“Kami akan dan sedang mendukung Ukraina dengan segala cara yang ada. Tapi kami adalah pendukung penyelesaian damai untuk setiap dan semua konflik,” kata Dubes Nozadze dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan perang antara Ukraina dan Rusia tidak hanya mengubah pandangan Georgia tentang keamanan dan kebijakan internasional, tetapi juga kebijakan di seluruh dunia.

Hal ini karena perang telah memicu serangkaian peristiwa yang mengubah seluruh arsitektur keamanan, tidak hanya di benua Eropa, tetapi juga secara global.

Georgia, menurutnya, tidak terkecuali dari konflik dan agresi, karena 20 persen dari wilayah Georgia masih diduduki oleh tetangga utara mereka; Rusia.

Oleh karena itu, Nozadze menekankan Georgia akan mendukung Ukraina dengan segala cara yang mungkin. Namun, Georgia lebih mengedepankan penyelesain damai sebagai solusi terbaik untuk setiap konflik.

“Kami percaya bahwa perang yang berlangsung 100 tahun pun akan berakhir dengan negosiasi dan solusi damai,” tambahnya.

Nozadze juga berharap konflik antara Ukraina dan Rusia segera berakhir agar penderitaan yang dirasakan rakyat juga bisa berakhir.

Mengenai kebijakan keamanan internal dan eksternal di Georgia, Nozadze kembali menegaskan keyakinannya bahwa konflik apa pun bisa diselesaikan melalui meja perundingan.

“Jadi, semakin cepat konflik berakhir, semakin sedikit korban yang akan jatuh,” ujarnya.

.Ia menekankan tidak ada jalan lain selain penyelesaian damai, termasuk untuk konflik antara Georgia dan Rusia.

Untuk itu, negaranya juga semakin kuat berkomitmen pada penyelesaian konflik secara damai dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
Nozadze menekankan tidak ada alternatif selain kemampuan pertahanan negara. Dengan cara itu, Georgia terus menyelaraskan diri untuk menjadi mitra yang sangat tepercaya bagi NATO.

MEMBACA  Iran Izinkan Kapal Negara Tertentu Lewati Hormuz, Sementara Seruan Trump untuk Kirim Kapal Perang Tidak Diiringi Janji

“Georgia juga merupakan negara kandidat untuk keanggotaan NATO. Dan tidak ada alternatif untk melupakan negosiasi,” katanya.

Untuk mencapai hal tersebut, Nozadze mengatakan, Georgia tidak hanya siap mengambil berbagai langkah mencapai resolusi konflik, tetapi juga menjadi mediator dengan para mitra agar konflik dapat terselesaikan.

Ia menambahkan bahwa perang di Ukraina telah berdampak besar pada lingkungan keamanan Eropa dan Eurasia yang lebih luas.

Bagi Georgia, hal ini menggarisbawahi pentingnya melindungi kedaulatan, memperkuat ketahanan nasional, dan memperdalam kerja sama mitra internasional,.

Bertiki/lanjut

Tinggalkan komentar