Makanan & Minuman Belgia: Peringatan “Ketahanan” Terancam Tanpa Intervensi

Federasi makanan dan minuman Belgia kasi peringatan keras soal masa depan sektor ini. Salah satu masalahnya adalah risiko harga naik.

Fevia minta pemerintah “turun tangan” untuk mendukung industri ini. Kata mereka, ini industri terbesar di negara itu dengan penjualan €85,1 miliar ($99,5 miliar) dan ekspor €42,4 miliar. Mereka bilang “stabilitas industri makanan di Belgia terancam”.

Federasi ini memperingatkan: “Kalau daya saing perusahaan kita terus turun, produksi bisa pindah ke negara yang lebih murah. Ini bakal berdampak pada lapangan kerja, investasi, dan seluruh rantai agri-pangan.”

Mereka juga bilang produsen makanan dan minuman Belgia nutup biaya tinggi dan gak nerusin ke konsumen. Apalagi krisis di Timur Tengah bikin harga di rantai pasok makin tertekan.

Fevia bilang biaya tenaga kerja terlalu tinggi. Produk dari luar negeri juga ngancam industri lokal. Mereka minta pemerintah jangan naikin PPN dan kurangi pajak untuk kemasan.

“Industri makanan Belgia ada di titik kritis,” kata Fevia. “Sekarang, perusahaan masih bisa tahan guncangan. Tapi tanpa kebijakan yang cepet dan bijak, ketahanan ini bisa pecah.”

“Kalau industri makanan goyang, seluruh rantai ikut goyang—dari pertanian ke logistik, distribusi, dan sektor perhotelan.”

CEO Fevia, Ann Wurman, bilang biaya tenaga kerja lokal lebih mahal 23% dari negara EU lain. Dia minta “indeksasi upah” buat ngimbangin kurangnya daya saing Belgia dan “harga listrik yang terjangkau”.

Dia nambahin: “Kalo kita mau jaga dan kunci industri mama

MEMBACA  Pesawat militer Amerika Serikat menjatuhkan ribuan makanan ke Gaza dalam operasi bantuan kemanusiaan darurat

Tinggalkan komentar