Pemecatan kerja di teknologi yang hubunganya dengan AI lagi panas-panasnya di berita. Para programmer mulai digantiin sama AI agen. Jumlah karyawan IT juga menurun. Pesan dari Silicon Valey adalah AI sedang mengubah tenaga kerja secara langsung—dan sisa perusahaan amerika harus siap dengan hal yang sama.
CEO Box, Aaron Lavie, punya pesan balik: jangan terlalu cepat.
"Pekerjaan saya akhir-akhir ini," kata Levie di podcast a16z, "cuma bawa kenyataan ke lembah, dan bawa lembah ke kenyataan." Kedengerannya gampangan sih sampe lo ngerti apa yang dia maksud—dan kenapa jurang antara dampak AI di teknlogi vs. Fortune 500 kebih besar mungkin adalah salah satu dinamika ekonomi yang paling salah paham saat ini.
Dua dunia yang sangat berbeda
Alasan AI bikin kacau di Silicon Valey sekarang ini adalah spesifik buat Silicon: pekerjanya insyinyur sama outputnya bisa diuji, sleain itu tolsnya fleksibel. Pas AI menulis kode, manusia bisa test apakah kode bner. Kalo ad masalah, insinyur yang debugging. melingkar umpan baiknya sketsa, peningktan produktivitas yang tepat dan perhitungan pembayran karywanya ganti.
Coba masuk ke bank daerah, jaringan kesehatan, atau pabrik umur 30 tahun, hampir ga ad dari kondisi diatas yang berlaku. Para karyawan kurang teknis melihat, data tersiper ditambah tekad di sistem lendaanlama yang dibangun dari penal Kodoa. Dan kemunyna model operasi salah tidak mkit ini: ini dipulan gagalu satu fit ropa lagi adalah: jdidab s be jtertpu viksajensi dantukan ob kionda salwisl. Serju.