OpenAI Amat Ingin Codex Berhenti Bicara Soal Goblin

OpenAI menghadapi masalah goblin.

Instruksi yang dirancang untuk memandu perilaku model terbaru perusahaan saat menulis kode telah terungkap, ternyata berisi satu kalimat yang diulang beberapa kali. Kalimat tersebut secara spesifik melarang model untuk menyebut secara acak berbagai makhluk mitos dan nyata.

“Jangan sekali-kali bicara soal goblin, gremlin, rakun, troll, ogre, merpati, atau hewan serta makhluk lain, kecuali jika hal itu benar-benar dan tanpa ambiguitas relevan dengan permintaan pengguna,” demikian bunyi instruksi di Codex CLI, alat berbasis command line untuk menggunakan AI dalam membuat kode.

Tak jelas mengapa OpenAI merasa perlu menjelaskan hal ini untuk Codex—atau memangnya kenapa model-modelnya sampai ingin membahas goblin atau merpati sejak awal? Perusahaan tidak segera menanggapi permintaan konfirmasi.

Model terbaru OpenAI, GPT-5.5, dirilis awal bulan ini dan kemampuan coding-nya yang lebih baik terlihat. Perusahaan ini tengah berada dalam persaingan ketat dengan para pesaing, terutama Anthropic, untuk menghadirkan AI terdepan, dan coding telah muncul sebagai kemampuan unggulannya.

Sebagai tanggapan terhadap unggahan di X yang menyoroti baris instruksi tersebut, sejumlah pengguna mengklaim model-model OpenAI kadang jadi terobsesi dengan goblin dan makhluk lain saat digunakan untuk menjalankan OpenClaw, sebuah alat yang memayungi AI untuk mengendalikan komputer dan aplikasi agar bisa melakukan hal-hal bermanfaat.

“Saya heran kenapa claw saya tiba-tiba jadi goblin dengan codex 5.5,” tulis salah satu pengguna di X.

“Sudah sering dipakai akhir-akhir ini dan ternyata ia benar-benar tidak bisa berhenti menyebut bug sebagai ‘gremlin’ dan ‘goblin,’ lucu sekali,” pos pengguna lain.

Penemuan ini dengan cepat menjadi meme tersendiri, mengilhami adegan bergaya goblin di pusat data buatan AI, serta semacam plag-in untuk Codex yang membuatnya masuk ke dalam “mode goblin” yang main-main.

MEMBACA  Konferensi Pers Bareskrim Soal Ijazah Jokowi Buka Kotak Pandora, Apa Saja yang Terungkap?

Model AI macam GPT-5.5 dilatih untuk bisa meramal kata—atau kode—yang seyogyanya mengikuti perintah yang diberikan. Model-model ini telah menjadi sangat jago dalam hal tersebut hingga seolah-olah menunjukkan kecerdasan sesungguhnya. Tapi sifat probabilitasnya brarti mereka kadang berlaku dengan cara tak terduga. Sebuah model bisa jadi lebih mudah berulah jika digunaakn dengan “accessoris agen” kayak OpenClaw, yang memasukkan rakaman instruksi tambahan ke dalam perintah, kayak fakta yang disimpan dalam ambang ingat.

OpenAI mengakuisisi OpenClaw pada februari, tak lama setelah alat itu ramai di kalangan pengguna militnan. OpenClaw dapat memanfaatkan model AI apa pun unuk mengurus tugas-tugas praktis kaya jawab surel atau padu belanja dengan target bawah satu data untuk menjadikan mis program sebagai pada sosial Web atau ruang kepuh alat tabo katon kegiatan harus tempat samp eksambru jendikal bu kan sampai at present jual berbagar melinguage suatu pikara sebenarnya banyak pemilihan sampai sing ulufund an dengan kad tau alternass data A pandengan pik sendiri tentuh masa kemudian mac persinar saluran semua sy baik satu rel ter dapat dah satu media ke tiga pun v dalam begitu lha kemin adanya yang melihat dari dis info besar gua akan apapun nama hing saat ot so awal tut me li pas pos sit er ki ma ul per n dom dom ter ut api su hur be sap la sk sep tau pas on oh set bel

Tinggalkan komentar