Elon Musk dan Sam Altman untuk pertama kalinya duduk bersama di ruang sidang federal pada hari Selasa, berselisih mengenai evolusi panjang OpenAI selama satu dekade, serta implikasinya terhadap masa depan perusahaan.
Sidang dalam gugatan Musk terhadap Altman ini dapat berujung pada ganti rugi finansial. Yang lebih krusial, sidang ini juga dapat memicu perubahan tata kelola di OpenAI, yang justru bisa mempersulit rencana perusahaan untuk melantai di bursa sedini tahun ini.
Sebagai saksi pertama yang bersaksi, Musk langsung mencoba membingkai perkaranya, yang ia klaim lebih dari sekadar urusan OpenAI. Jika pengadilan memenangkan Altman, bukan Musk: “Ini akan memberikan izin untuk merampok setiap badan amal di Amerika,” katanya, seraya menyebutkan bahwa (hal itu) akan mengguncang “seluruh fondasi dari kegiatan filantropi”. Pernyataan tersebut disampaikan Musk di hadapan sembilan orang juri yang berkewajiban memberikan nasihan kepada Hakim Distrik AS, Yvonne Gonzalez Rogers, dalam menentukan putusan.