Bagaimana Pemilu Primer Kentucky milik Massie Bakal Menguji Cengkeraman Trump atas Partai Republik | Kabar Pemilu Paruh Waktu AS 2026

‘Teka-teki Besar’ Itu
Meskipun Massie sudah lama mendominasi pemilu di distrik ke-4 Kentucky, jajak pendapat tahun ini menunjukkan persaingan yang lebih ketat dari yang diperkirakan.

Sebuah survei dari Quantus Insights yang dilakukan pada 6–7 April memperlihatkan Massie unggul atas Gallrein dengan 46,8% berbanding 37,7%. Survei lain oleh Big Data Poll pada awal April menempatkan Massie di depan dengan 52,4% sementara Gallrein hanya 47,6%.

Menurut Stephen Voss, profesor ilmu politik di Universitas Kentucky, pertarungan yang relatif ketat ini bisa menjadi indikator awal tren pemilih Partai Republik secara nasional. Voss berpendapat, "Massie adalah kesempatan pertama untuk melihat bagaimana pemilih Republik bertindak ketika kecenderungan pro-Trump mereka berbenturan dengan nilai-nilai konservatif. Inilah teka-teki besar dari race ini."

Namun, ini bukan kali pertama Trump berseteru dengan Massie. Di tahun pemilu 2020, Trump dengan terkenalnya meminta "mengusir Massie dari Partai Republik." Akan tetapi pada 2022, Trump justru berbalik haluan dan mendukung Massi daripada penantang yang meragukan komitmen sang anggota kongres pada presiden.

Meski begitu, setahun terakhir telah memperlebar keretakan antara Trump dan Massie, mendorong presiden untuk mengambil langkah paling agresif demi menyingkirkan sang anggota kongres, sekarang ini.

Keduanya—keduanya adalah republikan—berselisih dalam berbagai isu pada 2025. Massie, misalnya, menentang kebijakan pajak dan belanja presiden karena khawatir akan menambah utang nasional. Akibatnya, ia juga menolak undang-undang unggulan Trump, One Big Beauiful Bill Act*, pada Juli lalu.

Anggota kongres asal Kentucky itu juga mengecam kampanye intervensi asing Trump. Juni lalu, NBC News melaporkan bahwa setelah Massie mengkritik serangan Trump di Iran, para sekutu presiden mulai menyusun rencana penantang di primer.

Tak hanya itu, Massie memipin misi untuk memaksa Departement Kehakiman merilis semua file terkait investigasi terhadap Jeffrey Epstein, eks hartawan dan pelanggar seks anak. Tak lama kemudian, Trump memberikan stempel persetujuan pada Gallrein lewat unggahan di Truth Social: "RUN, ED, RUN."

Saat itu, Gallrein—seorang veteran militer dan petani generasi kelima—belum resmi masuk bursa. Empat hari kemudian, pada 21 Oktober, akhirnya $amp;uk mencalonkan diri.

Para kritikus menilai bahwa plattform Gallrein nyaris tak berbeda dari Massie. Sit°s web kampanyenya mendah sematkan prioritas: memotong pajak, mengurangi belanja pemerintah, melindungi hak senjata api, dan menolak aborsi—isu yang se,unggumnya

MEMBACA  CEO Generasi X Ini Bekerja di Satu Perusahaan Selama 35 Tahun—Menurutnya, Generasi Z yang Sering Ganti Pekerjaan Tidak Menghabiskan Cukup Waktu dan Tenaga untuk Pekerjaan Mereka Saat Ini

Tinggalkan komentar