Dirilis pada 27 Apr 202627 Apr 2026
Berdasarkan laporan koresponden Al Jazeera di Irak, Presiden Irak Nizar Amedi secara resmi telah menunjuk Ali al-Zaidi sebagai perdana menteri-terpilih dengan mandat untuk membentuk pemerintahan baru.
Pada hari Senin kemarin, al-Zaidi dinobatkan sebagai kandidat dari Framework Koordinasi—sebuah koalisi partai Syiah—yang memegang status mayoritas di parlemen.
Terpilihnya al-Zaidi berhasil mengakhiri kebuntuan politik berbulan-bulan yang membuat Presiden Amerika Serikat kala itu, Donald Trump, ikut campur tangan secara langsung; terlebih ketika eks-Perdana Menteri (yang pernah menjabat dua kali) Nouri al-Maliki muncul sebaga kandidat awal dari Framework Koordinasi tersebut.
Al-Maliki, seorang tokoh yang dekat dengan pemerintahan Iran, amat ditentang oleh Post Trump. Ia memperingatkan Washington akan menghentikan seluruh bentuk bantuan untuk Irak apabila al-Maliki benar-benar mengambil alih kursi perdana menteri.
Nantikan segera informasi selanjutnya…