Bentrok Mahasiswa dan Pengemudi Ojek Online di Kampus UMI Makassar: Polisi Amankan 108 Orang

Senin, 27 April 2026 – 06:54 WIB

Makassar, VIVA – Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Polisi Arya Perdana, ungkapkan bahwa insiden unjuk rasa yang berujung bentrokan antara mahasiswa dengan pengemudi ojek online (ojol) di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada Jumat, 25 April 2026 malam, sudah ditangani secara profesional.

“Saya bisa jelasin, kejadian di UMI kemarin itu ada unjuk rasa, terus terjadi bentrok antara ojol dan mahasiswa,” katanya, Senin, 27 April 2026.

Pemicu bentrokan diduga karena mahasiswa UMI memblokir jalan protokol Urip Sumoharjo terlalu lama saat aksi peringatan Hari April Makassar Berdarah (Amarah), sehingga menyebabkan kemacetan parah dan memancing emosi pengendara, termasuk ojol. Diduga ada gesekan antara mahasiswa dan ojol saat pemblokiran akses jalan itu terjadi.

“Karena penutupan jalan terlalu lama, mereka (ojol) masuk ke dalam kampus dan terjadi perseteruan, pas semua mahasiswa udah masuk,” ujarnya.

Dengan kondisi yang sudah tidak terkendali—massa merusak pintu gerbang kampus UMI untuk mengejar mahasiswa—aparat kepolisian bertindak mengamankan situasi. Mereka meminta massa tidak anarkis, menyisir ke dalam kampus, dan mengamnankan seratusan mahasiswa.

“Total kami kumpulkan sekitar 108 mahasiswa. Di situ ada juga Wakil Rektor yang kasih pengarahan, termasuk saya,” katanya.

Untuk menjaga kondusivitas, seratusan mahasiswa itu dikumpulkan di dalam kampus dan disiapkan untuk dibawa ke Kantor Polrestabes. Soalnya, di depan kampus masih ada massa ojol yang berkumpul, dikhawatirkan terjadi gesekam lagi.

“Karena di depan masih banyak ojol, kita khawatir kalau mereka keluar sendiri-sendiri akan terjadi bentrokan lagi. Makanya kami naikkan ke truk dan bawa ke sini (polres). Dari pihak ojol juga sudah bubar,” kata kapolres.

Arya menjelaskan, setelah kejadian, demi menjaga keamanan, seratusan mahasiswa yang sempat di kantor Polrestabes dipulangkan pada Sabtu, 25 April, sekitar pukul 05.30 WITA dalam keadaan sehat. Selama di Polrestabes, tidak ada intimidasi atau perlakuan tidak menyenangkan, semua diperlakukan baik.

MEMBACA  Rektor Baru Dilantik, Membawa Harapan Besar bagi Universitas Kristen Maranatha dan Kota Bandung

“Semua diantar sehat dan tidak ada tindakan fisik terhadap mereka,” paparnya jelasin.

Tinggalkan komentar