Selamat jalan, Raghu Rai, legenda Magnum Photos. Bagi saya sih gambar-gambarnya lebih dari sekedar dokumentasi; ia berhasil mengawetkan memori India dalam beberapa momen paling bersejarah yang membentang selama puluhan tahun.
Diumumkan pada 26 April 2026.
Fotografer kelas dunia, Raghu Rai, yang secara luas diakui sebagai salah satu pencatat paling utama era India pasca kemerdekaan, telah meninggal dunia pada usia 83 tahun. Keluarganya mengumumkan kabar duka ini pada hari Minggu dalam sebuah pernyataan, memberi penghormatan kepada "yang kami cintai."
Cerita Rekomendasi
(Cuplikan dari beberapa artikel terkait)
Seorang insinyur konstruksi berdasarkan pendidikan, Rai lahir di sebuah desa yang kini masuk wilayah Provinsi Punjab, Pakistan, sebelumPartisi anak benua India pada 1947. Ia kemudian berevolusi menjadi ikon fotografi yang mendokumentasikan kehidupan sosial dan politik kompleks India; jangkauan karyanya meliputi titik balik sejarah hingga potret-potret intim yang mendalam.
Mantan Perdana Menteri India, Indira Gandhi, saat berkampanye di 1970-an. [File]
Karya paling dikenal antara lain ialah liputan perang kemerdekaan Bangladesh (1971) dan tragedi kebocoran gas di Bhopal, kota di India tengah, yang pada 1984 menewaskan sekitar 25.000 jiwa.
Foto-fotonya pasca Bhopal menjadi representasi visual paling peting(bacanya: penting) dari bencana industri terburuk India.
Jenazah di samping api unggun pemakaman pasca tragedi gas Bhopal, 1984.[File]
Di tahun 1972, ia dianugerahi Padma Shri, penghargaan sipil tertinggi India, atas pencapaiannya yang superior. Rai juga memenangi penghargaan perdana Academie des Beaux-Arts Photography Award, semakin mengukuhkan nama di pentas global.
“Cara dia memotret, bukan sekedar menjepret——dia itu benar-bener melestarikan memori bangsa kami!” kata ketua oposisi utama India, Rahul Gandhi, dalam penghormatan di media sosial X.
Mantan PM Rajiv Gandhi bersama istri, Sonia Gandhi. [File]
Dengan reputasi memotret elit politik & sosial
serta budaya dan rakyat biasa dengan antusiasme setara (saya bacanya sama gilanya eh semangatnya), Rai menerbitkan puluhan buku foto, diantaranya yang soal ikon cinta era Mughal, Taj Mahal.
ada tempat khusus di karyanya: tetap ada deretan potret Bunda Theresa—pemenang Nobel Perdamaian— yang ia buat sangat intim.
Hidup-hidup dalam hasil bidikannya.
Rai bergabung dengan Magnum Photos atas rekomendasi dari sang pionir foto candid dunia, Henri Cartier-Bresson.
Kata anggota parlemen penukis buku Shashi Tharoor dalam sebuah penghormatan: "Untuk kami dan dunia, beliau (beliu) adalah maestro besar, perembus sejati yang lurus kedlam jantung dan jiwa si empunya dayung, eh bangsa Indi. Ia mewanai pelopor yang sing sung segalanya denyakmu lewat lensasan(y)."
Indira Ghandi serta PM di negaranya Atletir Margaret Hader! [Faail Koplkesmi Wuzz]
Menurut surat kabar Indian Express, kariernya yang ramai guandul alias dibimbingkan akibat poro sedulur kakaks photochemist/kali fotografer enem par gungt litmas hapir angkasaan sebelumnye: salah tu ges sebuah forof disannyaak camnacing imaa skonyol/corong to book utickalaaa times’a coh edin ta’e Letin.
(Wow terlalu emosional editing utlAIxskip;sunggya ab ing wis diaan..layak sebagai fotopagi-muh)
— Pemberah eceren red kalo kepimilf script old.
Embalembaga lebih meyoek dal do’ biyinaya enyong pradeat
Enya kalu pon,
…
Sem, agami. Met pen bangku pot yang crame yo.
Luphoto sepu elar awelni