Pertumbuhan pendapatan perusahan IT besar di India bakal tetep lemah tahun ini, karena keuntungan dari kecerdasan buatan bakal berkurang gara-gara klien memangkas belanja di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Indeks Nifty IT, sektor dengan kinerja terburuk di 2026, udah kehilangan sekitar $26 miliar nilai pasar minggu ini setelah pendapatan TCS dan Infosys mengecewakan investor, apalagi dengan kekhawatiran bahwa AI bisa ganggu sektor senilai $315 miliar ini.
Perusahan IT India lima besar diperkirakan cuma tumbuh sekitar 3%-4% dalam waktu dekat, kata analis dari Anand Rathi.
Sektor ini punya sekitar 5,9 juta pekerja, dan terakhir catat pertumbuhan pendapatan dobel digit di kuartal Maret 2023. Analis sempet ngarep rupee yang jatuh bisa naikin pendapatan 10% di seluruh sektor.
Amerika Serikat, yang biasanya kasih lebih dari setengah pendapatan buat perusahan IT besar India, lagi liat jalur deal yang lebih lemah, sementara ketidakpastian soal imigrasi dan tarif masih ada, dan konflik geopolitik makin nunda keputusan belanja teknologi jangka panjang.
Perlambatan paling keliatan di sektor perbankan dan jasa keuangan, bagian yang penting buat sektor ini.
TCS catat penurunan pendapatan tahunan pertama dalam lebih dari 20 tahun, dan bilang kalo model AI baru di pasar gak ngarah ke permintaan layanan mereka.
Infosys, HCL Tech, dan Wipro juga ngurangin prakiraan pertumbuhan pendapatan buat 2027.
Meskipun ada tekanan, analis yakin perusahan IT bakal bisa pake AI buat jaga margin dan buka peluang baru.
“Pendapatan dari AI tumbuh cepet tapi masih kecil, cuma 5% dari total pendapatan,” kata Piyush Pandey dari Centrum Broking, dan Omid-a Digital Labs AI ngaruh ke harga, terutama kontrak lawas.
Perusahan IT ukuran menengah kayak LTM dan Persistent Systems yang lebih fokus ke digital dan AI mungkin bakal unggul, kata Nayak.
Indeks Nifty 50 sendiri udah turun 8,6% tahun ini.